Menyusuri Pantai Australia dengan Trem Kuda




Trem kuda jadi transportasi wisata di Australia. (Flickr/Robdownunder)




Trem kuda jadi transportasi wisata di Australia. (Flickr/Robdownunder)



VIVAlife - Di tengah gemerlap kehidupan Australia, tersisa secuil nuansa kental akan eksotisme tradisional. Itu bisa ditemui di kota Victor Harbor, semenanjung Fleurieu, 80 km dari selatan Adelaide.


Meski jarang tercantum dalam daftar wisata umumnya, Victor Habor termasuk salah satu destinasi yang diminati. Salah satu keunggulan yang menjadi daya pikat bagi para pelancong adalah trem kuda.


Trem itu berbeda dengan kereta biasa yang sanggup membawa ratusan orang sekali angkut. Kuda menarik trem berisi 50 penumpang, yang dijalankan di atas lintasan tertentu agar lebih mudah dan ringan.


Yang menarik trem bukan kuda biasa, melainkan jenis Clydesdale. Satu kuda menarik satu buah trem. Kuda-kuda itu harus melintasi jembatan sepanjang 630 meter menuju Granite Island.


Trem kuda menjadi aset yang dipertahankan bertahun-tahun. Transportasi wisata itu sudah ada sejak 1894. Layanan dibuat Victor Harbor Horse Drawn Tram. Pertahun, bisa 180 ribu penumpang diangkut.


Mengutip Amusing Planet, mulanya jalur trem merupakan rel kereta biasa. Itu dicanangkan saat Victor Harbor dijajah Eropa tahun 1826. Suku aborigin Australia yang biasanya berburu dan berladang, jadi mengekspor lemak ikan paus.


Karena pengiriman melalui kapal uap makin sulit dan berbahaya, dibuatlah jalur kereta api. Jalur berfungsi tahun 1851, dan mencapai Victor Harbor pada 1864. Tahun 1867, dermaga di Victor Harbor diperpanjang menuju Granite Island.


Jalur itu dikenal dengan nama “The Causeway”. Untuk menekan biaya, kuda dimanfaatkan menarik trem sebagai pengganti mesin uap.


Kelamaan, The Causeaway makin kondang. Perusahaan kereta api di Australia pun memutuskan memanfaatkan salah satu trem yang tidak terpakai dan menawarkan layanan penumpang ke Granite Island.


Bukan hanya kuda yang menjadi daya tarik, tetapi juga Granite Island itu sendiri. Pulau kecil itu dihuni koloni penguin. Mereka berburu ikan di pagi hari, dan kembali ke pulau sebelum matahari terbenam.


Menyaksikan dan berinteraksi dengan mereka memunculkan kesenangan tersendiri bagi pelancong. Menuju ke sana dengan trem kuda, juga akan disuguhi pemandangan laut lepas yang indah.