5 Cara Atasi Stres Pekerjaan




Tuntutan pekerjaan bisa memicu stres dan depresi. (iStock)




Tuntutan pekerjaan bisa memicu stres dan depresi. (iStock)



VIVAlife - Padatnya rutinitas dan tuntutan pekerjaan bisa memicu stres dan depresi. Bisa karena rekan kerja atau kelelahan. Menurut Mental Health America, satu dari 20 pekerja mengalami depresi pada waktu-waktu tertentu.


Ada baiknya Anda mengetahui cara mengatasi stres dan depresi akibat pekerjaan. Berikut adalah beberapa caranya, dilansir Huffington Post:


Kenali tanda


Bila Anda merasa lelah sepanjang waktu, bahkan lelah untuk bekerja sama dan berbicara dengan rekan kerja, ini bisa menjadi tandanya. Sulit berkonsentrasi juga termasuk ciri Anda mulai stres dan depresi dengan pekerjaan.


Cari pengobatan


Saat Anda mengalami suatu penyakit, pasti membutuhkan pengobatan, tidak terkecuali stres dan depresi. Bahkan, menurut Paul Gionfriddo, CEO dari Mental Health America mengatakan bahwa depresi tidak berbeda dengan kondisi kronis lainnnya. Konsultasikan pada psikolog mengenai kondisi tersebut.


Me time


Kebanyakan orang tidak mengambil cuti sebelum stres dan depresi itu datang. Padahal, cuti berfungsi mencegah datangnya stres. Sebaiknya Anda mengatur dan membuat jadwal yang bisa membuat Anda menikmati waktu sendiri. Tidak ada salahnya pergi sejenak meninggalkan rutinitas yang menjenuhkan.


Beritahu atasan


Jenis pekerjaan dan hubungan dengan atasan dapat mempengaruhi terjadinya depresi dalam diri Anda. Ada baiknya bicarakan dengan atasan mengenai kondisi yang Anda alami, ini akan membuat situasi kantor lebih baik.


Jaga tubuh dan pikiran


Selain melakukan pengobatan, tidak kalah pentingnya menjaga kesehatan fisik. Tidur yang cukup, berolahraga seperti jogging, dan pola makan harus dijaga. Ini bisa mengurangi gejala depresi. (art)