Lepaskan hal-hal buruk sebelum pernikahan terjadi (wallpapersinhq.com)
Lepaskan hal-hal buruk sebelum pernikahan terjadi (wallpapersinhq.com)
VIVAlife - Sebelum menikah, ada beberapa hal yang harus Anda lepaskan. Beberapa pasangan, mungkin tidak menyadari bila mereka tidak melepaskan hal ini, hubungan mereka bisa berantakan.
Dikutip dari Boldsky.com, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda relakan pergi, sebelum janur kuning melengkung.
Mantan
Salah satu hal yang harus dilepas, sebelum menikah adalah kenangan manis tentang mantan. Melepas masa lalu dan menjaga ruang untuk kenangan baru adalah hal utama. Jangan biarkan bayang-bayang mantan datang dalam hidup Anda bersama pasangan baru.
Bergunjing hal pribadi
Ketika masih pacaran, bermain media sosial menyenangkan untuk membiarkan dunia tahu apa saja yang sedang Anda lakukan. Tapi setelah menikah, salah satu hal yang harus dikontrol, adalah mengupload terlalu banyak foto pribadi Anda dan pasangan di dunia maya.
Hilangkan pula kebiasaan bercerita tentang kehidupan privasi Anda berdua, ke teman dekat, atau rekan kerja. Kehidupan pribadi Anda, harus tetap jadi 'informasi personal' khusus Anda berdua.
Tergantung pada mama
Hal terburuk yang dapat mengakhiri pernikahan adalah selalu bertanya pada ibu untuk semua hal. Laki-laki atau perempuan, harus menghilangkan kebiasaan ini dan mulai belajar membuat keputusan sendiri dalam hidup mereka. Selalu ajak pasangan untuk menentukan hal-hal penting di rumah.
Aktivitas larut malam
Katakan tidak untuk kerja larut malam, setelah menikah. Kerja keras Anda tidak akan menjadi bermakna, jika waktu berduaan si dia tidak ada. Dulu, ketika masih lajang, bagus untuk hangout sepanjang malam untuk pergaulan, tetapi setelah menikah ini akan jadi petaka. Sadari, bahwa kini Anda memiliki keluarga yang membutuhkan keberadaan dan perhatian Anda.
Egois
Hal utama yang harus ditinggalkan sebelum menikah adalah mementingkan diri sendiri. Dalam pernikahan, Anda harus melihat apa kebutuhan pasangan. Sesuatu yang harus diberikan untuknya, sama penting dengan kebutuhan Anda sendiri. Karena menikah itu intinya berbagi, maka 'bagilah' hidup Anda dengannya. (asp)