Dengan gas tertawa, wanita lebih rileks saat kontraksi (ilustrasi). (iStock)
Dengan gas tertawa, wanita lebih rileks saat kontraksi (ilustrasi). (iStock)
VIVAlife - Wanita telah mencoba berbagai cara untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Mulai water birth sampai hypno birth, pernah menjadi tren. Kini, ada metode baru: menggunakan gas tertawa.
Lazimnya, gas tertawa digunakan dokter gigi saat hendak mencabut gigi pasien. Di Amerika, gas tertawa mulai digunakan untuk membantu persalinan wanita sejak sekitar setahun lalu. Bagaimana bisa?
Mengutip Fox News, sejatinya metode gas tertawa untuk mengurangi rasa sakit sudah ada sejak tahun 1930-an. Namun opsi lain seperti bius, epidural, narkotika, atau morfin membuatnya kurang populer.
Belakangan, itu kembali marak. Tiga puluh rumah sakit di Amerika Serikat menawarkannya karena mulai banyak permintaan. Negara di Eropa, Australia, dan Selandia Baru 80 persen wanitanya mencoba itu.
Berbeda dengan dokter gigi, gas tertawa tidak diberikan terus-menerus. Wanita berhak menentukan kapan mereka butuh asupan gas tak berbau itu. Isinya 50 persen nitrus oksida dan 50 persen oksigen.
“Ini seperti anestesi dosis ringan,” kata Dr William Camann, Direktur Anestesi Obstetri di Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston. Efeknya, mengantuk dan membuat penggunanya sedikit bermimpi.
Gas tertawa dihirup saat wanita mulai kontraksi. Saat berada di puncak nyeri, gas itu bekerja. Efeknya hilang usai kontraksi, karena gas akan habis dalam beberapa tarikan setelah terakhir menghirup.
Bagi beberapa wanita, itu sangat membantu.
“Ini bukan metode penghilang rasa sakit, tapi bisa membantu wanita mengurangi cemas saat kontraksi,” kata Jenna LoGiudice, bidan perawat dan asisten profesor di Fairfield University School of Nursing.
Manfaat gas tertawa
Tak seperti dibius, gas tertawa membuat wanita tetap memegang kendali saat persalinan normal. Mereka tidak akan jatuh pingsan. Gas tertawa juga bisa digunakan kapan saja mereka butuhkan.
Yang menarik, gas tertawa tidak akan memengaruhi kinerja epidural jika nantinya itu dibutuhkan.
Metode itu juga tidak akan memengaruhi detak jantung bayi atau pernapasan. Bahkan, bayi tidak mengalami gangguan apapun. Persis seperti dilahirkan dengan metode persalinan normal.
Namun perlu diketahui, sekitar 10 persen wanita yang menggunakan gas tertawa untuk melahirkan biasanya punya efek samping. Mereka akan mual dan muntah, serta pusing dan mengantuk ekstrem. (ita)