Evie-Leigh Austin, bocah pendonor rambut. (Just Giving)
Evie-Leigh Austin, bocah pendonor rambut. (Just Giving)
VIVAlife - Usia Evie-Leigh Austin baru empat tahun. Ia masih suka terbuai dengan dongeng anak-anak. Di antara semuanya, Austin paling suka tokoh berambut super panjang, Rapunzel.
Saking mengidolakannya, Austin sering berpura-pura menjadi Rapunzel. Sosoknya mendukung untuk itu. ia punya rambut pirang panjang yang indah. Rambutnya sampai sepinggang.
Namun impian Austin menjadi Rapunzel sirna seketika, saat bocah cantik itu mengetahui kondisi kakeknya, Baron. Pria berusia 67 tahun itu didiagnosis mengalami kanker paru-paru parah.
Sarah-May, ibunda Austin menerangkan apa yang mungkin terjadi pada penderita kanker. Obat-obatan dan terapi, katanya, bisa membuat rambut rontok. Austin seketika itu tertegun.
Lalu, tanpa intimidasi atau pengaruh siapapun ia memutuskan memotong pendek rambutnya. Kini ia bukan lagi Rapunzel, panjang rambutnya setara dengan ujung telinga.
Lebih dari 35 sentimeter rambut yang dipotong, digabungkan dengan rambut lain, dijadikan wig. Ia menyumbangkannya untuk anak dengan kanker, karena tahu mereka bisa tak punya rambut.
“Agar mereka juga bisa merasa seperti putri,” kata Austin polos, seperti ditirukan ibunya dan dikutip dalam laman Daily Mail.
Sarah-May bangga dengan keputusan putri kecilnya. “Saya hanya mengatakan, penderita kanker bisa tidak punya sehelai rambut pun. Dia amat mencintai rambutnya, dan marah saat tahu ada gadis kecil yang tak punya rambut,” kata wanita 26 tahun itu.
Mendengar penjelasan itu, Austin langsung bersikeras meminta rambutnya dipotong. Mulanya, Sarah-May tidak setuju. Ia tahu putrinya sangat mencintai rambut panjang. Tapi, sang suami menyadarkannya.
“Ayahnya bilang, kalau memang dia ingin itu untuk amal, harus dilakukan. Saat memotong rambutnya di salon, saya hampir menangis. Tapi dia baik-baik saja dan sama sekali tak terganggu,” lanjutnya.
Kini, Sarah-May merasa rambut bob pendek pun cocok untuk putrinya. “Ia jauh lebih dewasa,” katanya.
Setelah dijadikan wig, rambut itu dijual sekitar Rp7 juta. Seluruhnya akan disumbangkan untuk anak dengan kanker. Kini, Austin sudah mengumpulkan uang lebih dari targetnya: Rp22 juta.
Austin, dibantu ibunya membuka situs donasi Just Giving.
Meski rambutnya memendek, Austin tak berhenti merasa jadi seorang putri. Ia bahkan masih merasa seperti Rapunzel, yang memotong rambutnya demi pria yang dicintainya.
“Saat menonton itu dia merasa, ‘Itu terjadi padaku’. Dia masih merasa jadi Rapunzel,” kata Sarah-May. (umi)