Hasrat Utama Liburan: Berburu Kuliner Lokal




Soto karak, salah satu makanan khas Bogor. (Twitter)




Soto karak, salah satu makanan khas Bogor. (Twitter)



VIVAlife - Merencanakan liburan butuh persiapan matang, termasuk soal bujet. Jauh sebelum berlibur, biaya yang akan dikeluarkan sudah direncanakan. Tiket, penginapan, bagaimana mencapai destinasi wisata, hingga kuliner pun diperhitungkan.

Selama ini, biaya untuk mengunjungi destinasi wisata dianggap paling diperhatikan. Namun, survei yang dilakukan Hilton Worldwide membuktikan anggapan itu salah. Menurut survei, wisatawan akan mengalokasikan setengah dari total bujet untuk berburu kuliner.


Survei itu dilakukan terhadap 2.700 wisatawan dari 9 negara di Asia Pasifik, yaitu: Australia, China, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Artinya, makanan merupakan prioritas tersendiri dalam bujet para wisatawan.


Menurut survei itu, dari 43 persen wisatawan yang mengalokasikan setengah dananya untuk berburu kuliner, 90 persennya ingin mencoba kuliner khas lokal yang terkenal. Sebanyak 87 persen memilih berburu jajanan kaki lima. Sementara itu, 79 persen wisatawan mencari pengalaman wisata kuliner unik, seperti festival atau pasar makanan.


Di Indonesia, ada 30 persen wisatawan yang mengalokasikan setengah anggaran untuk belanja makanan. “Ini berdampak besar pada industri perhotelan. Lewat sudah masa-masa di mana hotel hanyalah sebatas tempat untuk beristirahat,” ujar Wakil Presiden untuk F&B Operations Asia Pasifik Hilton Worldwide, Markus Schueller. (art)