Survei: Kuliner Jadi Penentu Daya Tarik Tempat Wisata




Mi Aceh, salah satu hidangan khas Aceh yang diburu para turis. (VIVAnews/Maya Sofia)




Mi Aceh, salah satu hidangan khas Aceh yang diburu para turis. (VIVAnews/Maya Sofia)



VIVAlife - Kuliner merupakan suatu aspek budaya yang berkaitan erat dengan masyarakat sekitar. Tak heran jika banyak hidangan yang dijadikan ikon suatu budaya atau negara.


Keragaman kuliner ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis. Setiap kali bepergian ke daerah baru, tak lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner khasnya.


Maka tidak heran, jika sepertiga wisatawan di Asia Pasifik menjadikan makanan dan minuman sebagai faktor penentu dalam memilih tujuan wisata mereka. Hal ini diungkapkan oleh sebuah survei yang dilakukan Hilton Worldwide, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan.


Dalam survei yang dilakukan kepada 2.700 wisatawan dari 9 negara di Asia Pasifik ini, ditemukan bahwa 36 persen wisatawan menjadikan makanan dan minuman sebagai penentu tujuan wisata. Di Indonesia sendiri, 33 persen wisatawannya mengatakan bahwa makanan merupakan faktor penting dalam menentukan tujuan wisata.


"Kuliner khas sebuah negara atau kota jelas dapat menentukan kemana para wisatawan Asia Pasifik memilih untuk berlibur," ujar Wakil Presiden untuk F&B Operations Asia Pasifik Hilton Worldwide Markus Schuller dalam rilis yang diterima VIVAlife.


Dari keragaman makanan yang ada di berbagai negara, para wisatawan akan mengutamakan makanan-makanan yang sudah terkenal di tempat tujuan wisata mereka. Ini diungkapkan oleh 86 persen responden.


Sedangkan 90 persen responden akan mencari pengalaman kuliner yang unik saat mereka berkunjung ke suatu tempat wisata. Bahkan 89 persennya akan kembali ke tempat tersebut hanya karena makanan atau pengalaman bersantap yang memuaskan. (ren)