Ilustrasi anak menggunakan internet. (REUTERS/Jorge Silva)
Ilustrasi anak menggunakan internet. (REUTERS/Jorge Silva)
VIVAlife - Di era serba digital, internet menjadi kebutuhan pokok banyak orang. Mulai anak-anak sampai dewasa, semua memanfaatkannya. Media sosial bahkan amat digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Namun sayang, kadang itu disalahgunakan.
Survei pemerintah menyebut, lima puluh persen anak di Indonesia pernah mengakses situs porno. Menurut Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, perlu ada peran orang tua untuk mencegah hal itu.
Selama ini, kata Tifatul, peran orang tua mengawasi aktivitas anak “berselancar” di dunia maya masih kurang.
“Padahal internet bisa memberi manfaat besar bagi pendidikan, penelitian, niaga, dan berbagai aspek kehidupan lainnya,” katanya dalam seminar "Penggunaan Media Digital di Kalangan Anak dan Remaja" di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2014.
Alasan kurangnya peran orang tua itu, adalah keterbatasan waktu dan kegagapan teknologi. Tifatul menuturkan, sebenarnya ada banyak cara mengawasi anak saat mengakses internet. Salah satunya cukup mudah: menjadi teman di media sosial anak.
Itu seperti “menyelami” kehidupan anak melalui dunia yang mereka sukai. Di sanalah anak-anak dan remaja bermain. Dengan berteman di dunia itu, orang tua bisa berkomunikasi intensif sekaligus mengawasi perkembangan mereka.
Tifatul menambahkan, berteman dengan anak di media sosial juga membantu orang tua melihat siapa saja yang dikenal anak di “dunia”-nya. “Jadi bisa meminimalisasi kemungkinan bahaya pertemuan anak dengan orang yang baru dikenal di media sosial,” lanjutnya. (eh)