5 Diet Ini Bukan untuk Turunkan Berat Badan




Vegetarian memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami obesitas dan penyakit jantung koroner. (istockphoto)




Vegetarian memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami obesitas dan penyakit jantung koroner. (istockphoto)



VIVAlife - Kata diet identik dengan penurunan berat badan. Untuk menyusutkan bobot tubuhnya, orang rela menjalani diet ekstrem.


Padahal, sebenarnya tak semua diet bertujuan menurunkan berat badan. Ada pula yang memang untuk kepentingan kesehatan. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.


Diet indeks glikemik rendah


Diet ini didasari oleh pemikiran bahwa karbohidrat yang memicu peningkatan kadar gula darah secara cepat harus dihindari. Diet memfokuskan pada karbohidrat yang "tepat" untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang.


Makanan yang memiliki indeks glikemik rendah antara lain roti gandum, oatmeal, nasi merah, kacang-kacangan. Anda dapat mengombinasikannya dengan buah-buahan dan sayur-sayuran.


Diet vegetarian


Vegetarian seringkali dikaitkan dengan kepentingan budaya, agama, dan ekologi, namun sebenarnya menjadi vegetarian juga bermanfaat bagi kesehatan. Menurut American Heart Association, beberapa studi telah menunjukkan bahwa para vegetarian memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami obesitas, penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan diabetes.


Seluruh diet vegetarian, meskipun ada yang masih mengandung telur dan produk susu, seringkali memiliki kandungan lemak jenuh dan kolesterol yang lebih sedikit, serta lebih banyak karbohidrat kompleks, serat, magnesium, asam folat, vitamin C, dan E, serta karotenoid dibandingkan dengan diet yang mengandung daging.


Diet DASH


DASH merupakan singkatan dari dietary approaches to stop hypertension atau diet yang bertujuan untuk mengatasi hipertensi. Ini merupakan diet yang dicetuskan oleh National Heart Lung and Blood Institute untuk menurunkan tekanan darah.


Diet ini menekankan pada makanan seimbang yang kaya kandungan buah, sayuran, produk susu bebas lemak atau rendah lemak, gandum utuh, ikan, ayam, kacang-kacangan serta biji-bijian. Diet ini juga mengandung sedikit sodium, gula, lemak, dan daging merah.


Diet tersebut akan cepat menurunkan tekanan darah, dan disarankan mengimbangi pola diet dengan olahraga teratur. Sebuah studi menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik akan turun sebanyak 16 poin, dan diastolik sebanyak 10 poin.


Diet rendah gluten atau bebas gluten


Gluten merupakan tipe protein yang ditemukan di produk karbohidrat seperti gandum, beras. Diet yang membatasi atau menghilangkan gluten seringkali dibutuhkan untuk pasien yang menderita gangguan usus halus (celiac disease), yang mana respons sistem imun terhadap gluten menimbulkan luka atau kerusakan pada usus halus.


Inilah yang kemudian menghambat tubuh untuk menyerap nutrisi penting seperti vitamin, kalsium, protein, karbohidrat, dan lemak. Diet ini mengharuskan orang untuk menghindari berbagai jenis roti, pasta, dan sereal ke dalam diet mereka.



Diet ketogenik


Diet ketogenik bukan merupakan jenis diet yang cocok untuk semua orang. Jenis diet ini diutamakan untuk orang yang menderita epilepsi (terutama anak-anak) dan tidak mampu merespons obat. Diet ini mengandung rasio lemak, karbohidrat, dan protein yang sangat spesifik yaitu sekitar 80 persen lemak, 15 persen protein, dan 5 persen karbohidrat.


Makanan yang disarankan dalam diet ini adalah makanan yang banyak mengandung lemak antara lain es krim, daging, telur, sosis, udang, tuna, mayones, dan makanan lain yang mengandung lemak tinggi serta karbohidrat yang rendah.


Selain itu, diet ini menghindari makanan yang mengandung zat tepung dan gula sederhana seperti buah-buahan, sayur-sayuran, roti, pasta. Menurut Mayo Clicic efek samping dari diet ini adalah dehidrasi, kekurangan energi, dan mudah lapar. (art)


Sumber: Jomblo.com