Di negara-negara Arab, qatayef dijual di pinggir-pinggir jalan menjelang adzan magrib. (REUTERS/Mohamad Torokman/Files)
Di negara-negara Arab, qatayef dijual di pinggir-pinggir jalan menjelang adzan magrib. (REUTERS/Mohamad Torokman/Files)
VIVAlife - Ternyata masyarakat Arab pun punya versi pancake sendiri. Disebut qatayef atau atayef, pancake ini umumnya dikonsumsi saat bulan Ramadan sebagai salah satu hidangan buka puasa.
Awalnya, qatayef secara tradisional banyak ditemukan di Mesir dan negara-negara Mediterania timur seperti Cyprus, Yordania, Lebanon, Suriah, Palestina dan Turki. Di negara-negara tersebut qatayef dijual di pinggir-pinggir jalan menjelang adzan magrib. Banyak pula ibu rumah tangga yang sengaja memasak dessert manis ini untuk menu buka puasa keluarga.
Berbeda dengan pancake yang selama ini Anda kenal, qatayef berukuran mungi dan memiliki berbagai isian lezat. Topping tradisional qatayef yakni krim dan kacang-kacangan. Namun, saat ini qatayef dijual dengan beragam pilihan topping mulai dari keju Akkawi, kismis, madu hingga Ater atau sirup gula.
Cara membuat adonannya pun hampir sama dengan pancake biasa yaitu dengan mencampurkan tepung terigu, gula, ragi dan susu. Banyak pula penjual qatayef yang menambahkan vanili dan kayu manis untuk aroma dan cita rasa yang lebih lezat.
Setelah diaduk rata, adonan dapat langsung dituangkan ke penggorengan. Saat memasak qatayef, Anda tak perlu membaliknya. Cukup beri topping di bagian atas, lalu ketika sudah mayang, lipat dua dan qatayef pun siap disajikan.
Berbagai sumber