Model mengenakan busana karya desainer Belgia, Raf Simons untuk koleksi rumah mode Prancis, Christian Dior, di Haute Couture Fall/Winter 2014-2015, Paris, 7 Juli 2014. ( REUTERS/Philippe Wojazer )
Model mengenakan busana karya desainer Belgia, Raf Simons untuk koleksi rumah mode Prancis, Christian Dior, di Haute Couture Fall/Winter 2014-2015, Paris, 7 Juli 2014. ( REUTERS/Philippe Wojazer )
VIVAlife - Lewat rumah mode Christian Dior, Raf Simons, merilis koleksi haute couture di pekan Paris Haute Couture, untuk kelima kalinya pada pekan ini. Seperti diketahui, Simons menggantikan John Galliano sebagai Kepala Desainer Dior sejak 2012.
Dalam Haute Couture Fall/Winter 2014-2015 yang digelar di museum Rodin, Paris, 7 Juli 2014, Simons menampilkan deretan busana yang terinspirasi dari perpaduan gaun abad ke-18 serta mantel pengadilan bergaya maskulin.
"Raf bertanya kepada dirinya sendiri bagaimana fesyen di abad ke-18 dapat ditafsirkan ulang dengan aturan saat ini," ujar Kepala Eksekutif Dior, Sidney Toledano kepada kantor berita Reuters.
Pagelaran dibuka dengan serangkaian gaun sutra pannier berwarna pucat. Pannier sendiri merupakan simpai pada busana wanita yang diperkenalkan pertama kali oleh pengadilan Spanyol serta diabadikan dalam lukisan Velazquez.
Koleksi berlanjut dengan jaket hitam panjang berkerah bordir yang mirip dengan pakaian pengadilan di masa Louis XIV. Sementara itu nuansa modern terwakili lewat sepatu hak tinggi berwarna terang yang dikenakan para model. Namun sayang, salah satu produk andalan Dior, yakni tas tangan, absen dalam pagelaran tersebut.
Busana mencolok lainnya yang dihadirkan oleh Simons adalah gaun printed cocktail atau gaun bordir yang terinspirasi dari tahun 1920-an. Ada pula mantel wol panjang dengan potongan lengan bouffant.
Model mengenakan busana karya desainer Belgia, Raf Simons untuk koleksi rumah mode Prancis, Christian Dior, di Haute Couture Fall/Winter 2014-2015, Paris, 7 Juli 2014.