Melongok Sisa Kejayaan Air Terjun Terbesar Dunia




Dry Falls di Washington pernah jadi air terjun terbesar dunia. (Flickr/Jacob Moyer)




Dry Falls di Washington pernah jadi air terjun terbesar dunia. (Flickr/Jacob Moyer)



VIVAlife - Di seberang Upper Grand Coulee, Washington, terdapat tebing besar yang berdiri gagah. Tingginya 121 meter, panjangnya sekitar 3,5 mil. Dari Sun Lakes State Park, tebing itu terlihat jelas.

Masyarakat setempat menyebut tebing itu Dry Falls. Kini memang kelihatannya seperti tebing biasa. Tinggi dan kering, hanya di beberapa tempat tumbuh rerumputan pendek. Sisanya, cadas.


Namun dahulu, Dry Falls pernah istimewa. Ia merupakan air terjun terbesar di dunia. Lebarnya lima kali Niagara Falls, ia juga dua kali lebih tinggi. Alirannya bagai gabungan 10 arus seluruh sungai di dunia.


Sekitar 20 ribu tahun lalu, gletser berpindah ke Selatan, melalui Amerika Utara. Lapisan es itu terbendung di Sungai Clark Fork, Idaho. Akibatnya, banjir besar terjadi di Montana bagian Barat.


Terbentuklah Danau Missoula yang luas permukaan airnya mencapai tiga ribu mil persegi. Hingga suatu saat, danau itu penuh. Airnya meruah menerobos bendungan, sampai memenuhi Sungai Columbia.


Aliran air itu kemudian turun melalui Grand Coulee. Banjir besar dikenal sebagai Banjir Missoula. Daerah di sekitarnya terendam air sampai kedalaman 400 meter. Itu terjadi bertahun-tahun.


Namun kini, sungai pun kembali normal. Tebing Grand Coulee kembali kering. Karena itulah ia lantas dinamakan Dry Falls. Tak ada lagi limpahan air mengalirinya. Hanya tersisa genangan di bawah tebing.


Namun, masih banyak pelancong yang mendatangi Dry Falls Interpretive Center di Sun Lakes State Park, menyaksikan kegagahan Grand Coulee dari sana. Hanya saja, air terjun terbesar di dunia itu telah tiada. (ms)


Sumber: Amusing Planet