Diciptakan, Rompi Anti Peluru Khusus Anak




Rompi anti peluru anak dari ProTecht (ProTecht)




Rompi anti peluru anak dari ProTecht (ProTecht)



VIVAlife – Maraknya penembakan massal di sekolah di Amerika Serikat, membuat sebuah perusahaan teknologi di Oklahoma, ProTecht, menciptakan pakaian khusus yang bisa melindungi keselamatan anak saat terjadi insiden penembakan massal.

Pakaian khusus tersebut berupa rompi anti peluru yang juga diklaim bisa melindungi anak dari serpihan kayu dan batu saat tornado atau gempa terjadi.


Berbeda dengan kevlar atau rompi anti peluru yang kerap digunakan polisi, rompi anak ini dibuat seperti tas punggung yang praktis, sehingga mudah digunakan. Rompi tersebut juga berbentuk panjang sehingga bisa melindungi seluruh punggung anak baik saat mereka berdiri maupun meringkuk.


Rompi bernama Bodyguard Blanket itu dibuat dari dyneema, plastik berdensitas tinggi yang biasa digunakan sebagai baju anti peluru, namun lebih ringan dari kevlar.


“Rompi anti peluru bagi anak ini bisa memberi perlindungan hingga 90% dari semua senjata yang pernah digunakan di insiden penembakan massal yang pernah terjadi di Amerika Serikat,” tulis rilis media ProTecht, dilansir Daily Mail.


Rompi tersebut terutama bisa melindungi dari peluru 9 mm dan kaliber 22.


Steve Walker, pencetus ide Bodyguard Blanket, menyebutkan gagasan tersebut muncul ketika ada tornado besar yang menghancurkan sebuah sekolah di Moore, Oklahoma, dan menewaskan 24 orang, termasuk 7 orang anak di sekolah dasar yang tidak memiliki bunker perlindungan terhadap tornado.


Selain itu, pemberitaan mengenai penembakan massal yang banyak terjadi di sekolah juga membuat Walker semakin khawatir akan keselamatan anak-anak saat belajar.


“Dengan adanya rompi anti peluru ini, anak-anak bisa melindungi diri mereka sendiri saat insiden terjadi,” sebut Walker.


Namun tentu saja, rompi ini tidak murah. Bodyguard Blanket dijual seharga US$1000 atau setara Rp11,8 juta.