Lelah Ditanya Kapan Nikah, Wanita Ini Hidup dengan Maneken




Suzanne Heintz berfoto bersama maneken sebagai bagian dari proyek (http://ift.tt/1lPNtf5)




Suzanne Heintz berfoto bersama maneken sebagai bagian dari proyek (http://ift.tt/1lPNtf5)



VIVAlife - Seorang seniman sekaligus fotografer di Colorado, Amerika Serikat (AS), memiliki kehidupan yang terbilang unik. Sehari-hari, ia hidup ditemani dua maneken miliknya. Bahkan wanita bernama Suzanne Heintz ini menganggap maneken-maneken tersebut layaknya keluarga.


Heintz menghabiskan hidupnya dengan "keluarga" maneken selama lebih dari satu dekade. Ia pun menamakan maneken "suaminya" dengan nama Chaunchey dan maneken "anak perempuannya" dengan nama Mary Margaret.


Selama beberapa tahun terakhir, Heintz telah bepergian sejauh 16.000 kilometer melintasi Amerika dan keliling dunia. Dalam perjalanan tersebut, ia turut membawa kedua manekennya sebagai bagian dari proyek seni bertajuk Life Once Removed.


Ide membuat proyek unik ini bermula 14 tahun yang lalu. Ketika itu, Heintz kerap dicecar pertanyaan soal kapan ia akan menikah. Pertanyaan bahkan datang dari sang ibunda.


"Suzy, tak ada yang sempurna di luar sana. Kamu hanya perlu memilih seseorang, jika kamu ingin menikah," ujar ibunda Heintz kala itu. '


Heintz akhirnya memutuskan untuk membangun keluarga versinya sendiri lewat proyek bernama Life Once Removed. Dalam proyek tersebut, ia memperlakukan maneken sebagai anggota keluarga. Heintz pertama kali berfoto bersama manekennya dengan latar belakang rumahnya sendiri.


Kemudian selama beberapa dekade, foto-foto yang menampilkan kehidupan sebuah "rumah tangga" harmonis terkumpul menjadi serangkaian Holiday Greetings. Heintz menyebutnya sebagai respons satire terhadap kartu pos bergambar foto keluarga yang umum dibuat setiap tahun.


Lebih lanjut, Heintz tak memungkiri bahwa pemotretan bersama maneken miliknya di tempat umum merupakan pemandangan yang lucu. Namun, ujar dia, dengan melihat pemotretan ini, pikiran orang-orang justru mulai terbuka dan pesan yang dibawa bisa tersampaikan.


Menurutnya, ada anggapan yang selama ini melekat di masyarakat. Anggapan itu adalah jika wanita tidak bisa memenuhi enam hal, yakni pendidikan, karier, rumah, keluarga, pencapaian, pencerahan maka orang akan menilai ada yang salah dengan kehidupan mereka. Ia pun berusaha menghentikan anggapan tersebut.


Heintz ingin menunjukkan bahwa tak ada satu orang pun yang harus melakukan sesuatu dengan terpaksa atau hanya karena hal tersebut yang dilakukan oleh kebanyakan orang sekarang.


"Saya hanya mencoba agar orang-orang membuka pikiran mereka dan berhenti menganut asumsi seperti apa seharusnya kehidupan yang sukses," ujarnya.



Sumber: Huffington Post/ Odditycentral/ Suzanneheintz