Venezuela memang menjadi salah satu negara yang wanitanya sangat terobsesi dengan bentuk tubuh sempurna. (iStock)
Venezuela memang menjadi salah satu negara yang wanitanya sangat terobsesi dengan bentuk tubuh sempurna. (iStock)
VIVAlife - Beberapa tahun belakangan, postur tubuh yang langsing tak lagi jadi idaman banyak wanita. Mereka lebih suka dengan bentuk tubuh yang berisi dan memiliki lekuk yang seksi. Terutama pada bagian dada dan bokong.
Impian memiliki bentuk bokong yang indah ini, membuat banyak wanita di seluruh dunia rela mempertaruhkan hidup mereka dengan prosedur pembesaran bokong yang ilegal. Padahal beberapa kasus kematian akibat prosedur pembesaran bokong sudah banyak dilaporkan di Alabama, Georgia, Florida, Pennsylvania, Nevada dan New York.
Di Venezuela sendiri, lebih dari selusin wanita meninggal dunia akibat prosedur pembesaran bokong yang gagal. Meski demikian, hal tersebut tidak membuat seorang praktisi pembesaran bokong ilegal Dr Gus -bukan nama sebenarnya- menghentikan praktiknya.
Seorang wartawan dari ABC News sempat mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan Dr Gus melakukan prosedur pembesaran bokong kepada seorang mahasiswa berusia 20 tahun, Sofia.
"Sebagai seorang anak itu adalah mimpi saya untuk memiliki bokong yang besar," ujar Sofia seperti dilansir Daily Mail.
Sama seperti Dr Gus, Sofia juga tidak peduli dengan kabar meninggalnya 17 wanita di Venezuela akibat prosedur suntik bokong pada tahun 2013.
Dalam praktiknya, Dr Gus akan menyuntikkan anestesi dan memasukkan cannula di bagian bokong Sofia. Kemudian melalui cannula, 10 jarum suntik penuh biopolimer akan disuntikkan.
Berbeda dengan suntikan silikon lain, biopolimer merupakan bahan sintetis yang mirip dengan injeksi dan akan menyebar tak terkendali melalui jaringan, turun ke kaki hingga tulang belakang dan menyebabkan infeksi yang berbahaya. Injeksi itulah yang menyebabkan cacat hingga kematian.
Kasus ini pernah dialami Georgia, yang meninggal akibat pembekuan darah di paru-parunya setelah beberapa hari sebelumnya melakukan prosedur pembesaran bokong. Atau April Michelle Brown yang kini harus kehilangan kakinya akibat infeksi Staph dan terancam meninggal dunia.
Venezuela memang menjadi salah satu negara yang wanitanya sangat terobsesi dengan bentuk tubuh sempurna. Bagi para wanita di negara ini, melakukan operasi plastik sama seperti melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Bahkan, Association of Cosmetic Surgeons di negara itu memperkirakan bahwa 2.000 wanita mendapatkan suntikan ilegal di bokong mereka setiap bulannya.
Bukan hanya di Venezuela, Amerika pun mengalami tren yang sama. Terinspirasi dari bentuk tubuh Jennifer Lopez, Nikki Minaj dan Kim Kardashian, para wanita di negara tersebut tidak peduli dengan bahaya yang mereka dapat dari prosedur itu.
Sumber: Daily Mail