Seorang model menyelam menuju lokasi pemotretan di bawah laut. (REUTERS/Gabriel Rif)
Seorang model menyelam menuju lokasi pemotretan di bawah laut. (REUTERS/Gabriel Rif)
VIVAlife - Gelombang Teluk Eilat di Laut Merah terlihat indah dalam lensa kamera. Terlebih ketika model melengkapi komposisi foto. Merangsang kreativitas para fotografer untuk memadukan alam dengan manusia.
Inilah kompetisi Eliat Red Sea World of Underwater Images yang digelar di Teluk Eliat, Israel. Sebanyak 80 fotografer adu kehebatan memotret model hingga hewan yang terperangkap gelombang laut. Kompetisi ini digelar pada 20-26 Oktober 2013.
Hagar Cohen, adalah seorang instruktur selam yang merangkap sebagai model. Ia menyelam di permukaan Teluk Eliat sedalam 20 meter untuk kompetisi tersebut. Dengan atasan bikini serta bawahan stocking hitam yang dipadu rok bermotif polkadot, Cohen berpose di dalam kapal rudal yang sudah usang dan berkarat.
Bangkai kapal merupakan benda tersohor di kawasan Teluk Eilat. Selain memotret model, fotografer juga dapat memilih kategori "Fish and Fashion", ajang dimana fotografer bisa mengabadikan kehidupan malam bawah laut nan eksotis. (umi)
Lihat videonya di tautan ini.
Hobi fotografi bawah air memakan kocek yang tidak sedikit. Kamera harus dilengkapi pelindung tahan air, lensanya pun dibuat khusus. Sekitar US$40.000 atau setara dengan Rp444 juta bisa keluar untuk hobi ini. Itu pun belum termasuk peralatan selam.
Ajang ini pertama kali dilangsungkan di Teluk Eliat. Juara pertama berhak mendapat hadiah sebesar US$10.000, atau setara dengan Rp100.000.000.
"Walaupun hadiah tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan untuk memberi peralatan, tidaklah masalah. Hobi ini sudah menjadi kegembiraan tersendiri, dan memicu adrenalin saat melihat sesuatu yang istimewa di bawah laut," ujar Richard Carey, salah seorang peserta kompetisi dari Zimbabwe seperti dilansir kantor berita Reuters.