Tips Menikah dengan Pria 'Anak Mami'




Menikahi 'anak mami' memang membutuhkan kesabaran yang cukup ekstra. (iStockphoto)




Menikahi 'anak mami' memang membutuhkan kesabaran yang cukup ekstra. (iStockphoto)



VIVAlife - Saat baru saja resmi menjadi suami istri, tentunya Anda dan suami masih ingin menikmati masa-masa romantis berdua. Misalnya, merencanakan makan malam romantis di akhir pekan.


Tapi bagaimana jika tiba-tiba, suami Anda tidak bisa pergi hanya karena ibu mertua Anda minta ditemani? Jika hanya terjadi satu kali, mungkin tidak masalah. Tapi jika ibu mertua terus menerus mengganggu waktu berdua Anda dan suami, tak heran jika Anda merasa kesal. Terlebih jika suami Anda lebih menuruti keinginan ibunya.


Menikahi 'anak mami' memang membutuhkan kesabaran yang cukup ekstra. Jangan heran jika setiap kali menghadapi masalah, suami ikut melibatkan ibunya untuk menyelesaikan masalahnya dengan Anda. Sebelum memutuskan untuk menikahi pria dengan predikat 'anak mami', sebaiknya pelajari dulu tips berikut seperti dilansir Boldsky.



Buat aturan bersama


Saat memutuskan untuk menikahi pria dengan predikat 'anak mami', yakinkan pada dirinya bahwa Anda ingin segala keputusan harus dibuat bersama. Rencanakan semua kegiatan keluarga bersama. Sebagai 'anak mami', suami Anda mungkin akan membuat rencana yang sesuai dengan kenyamanan ibunya. Tegaskan pada suami, bahwa Anda tidak suka jika ibunya terus-menerus terlibat dalam kehidupan rumah tangga Anda.


Rajin mengunjungi keluarga

Sebuah pengorbanan kecil diperlukan untuk membuat pernikahan menjadi indah. Jadi luangkan waktu rutin untuk mengunjungi keluarga satu sama lain dan habiskan waktu bersama mereka. Tidak ada salahnya sesekali menghabiskan waktu makan malam bersama ibu mertua, kegiatan ini pasti akan membuat suami Anda senang.


Jangan perlihatkan kelemahan

Ya, Anda mungkin tidak akan pernah bisa jadi lebih baik dari ibunya. Tapi jangan terlalu sering menunjukkan pada suami, mengenai kekurangan yang Anda miliki. Jangan buat suami menjadi tidak nyaman hanya karena Anda merasa tidak lebih hebat dari ibunya. Ingat, bahwa Anda adalah istrinya bukan pengganti ibunya.


Jangan terpancing berkomentar

Ada kalanya ibu mertua melontarkan kritik pedas tentang Anda. Sebagai contoh betapa jeleknya gaun yang Anda gunakan atau lemak di tubuh Anda. Jika hal ini terjadi, jangan terpancing untuk berkomentar buruk jahat atau membalas perkataannya. Ada baiknya Anda menghindar.



Katakan bahwa Anda bisa melakukan yang terbaik


Sebagai ibu, ia pasti menginginkan sesuatu yang baik untuk anaknya. Maka jangan heran jika ibu mertua Anda sering memberikan berbagai saran untuk Anda bagaimana cara memperlakukan suami dengan baik. Jika Anda tidak ingin melaksanakan saran yang diberikannya, katakan bahwa Anda bisa melakukan yang terbaik dengan cara Anda sendiri. Namun jangan lupa berterima kasih atas saran yang telah diberikannya.