Studi: Berat Badan Berlebih Saat Hamil Picu Autisme Anak




Ilustrasi wanita hamil. (iStockphoto)




Ilustrasi wanita hamil. (iStockphoto)



VIVAlife - Kehamilan seakan menjadi permisif bagi wanita untuk makan berlebihan. Rasa lapar yang terus muncul membuat wanita bisa makan apa saja sesukanya. Itu perlu diwaspadai. Sebab, studi terbaru menyebutkan, ada hubungan antara berat badan wanita hamil dengan autisme anak.

Mengutip laman Daily Mail, rata-rata berat badan wanita hamil naik sekitar delapan kilogram sampai 13 kilogram setelah masa kehamilan 20 minggu. Studi terbaru menunjukkan, wanita yang berat badannya baik lebih dari itu, lebih berisiko melahirkan anak dengan kecenderungan autisme.


Sebagai contoh, wanita hamil yang berat badannya naik sampai 15 kilogram, lebih berpotensi melahirkan anak autis dibanding mereka yang berat badannya hanya naik sekitar 13 kilogram.


Peneliti membandingkan anak usia delapan tahun di Utah dan Salt Lake, Davis. Itu kemudian dikaitkan dengan rekam medis ibu mereka selama hamil. Terutama, soal kenaikan berat badan. Utah menjadi contoh kasus, karena di sana banyak wanita hamil yang berat badannya naik drastis.


Sebanyak 128 anak yang didiagnosis menderita autisme, dibandingkan dengan lebih dari 10 ribu anak dengan usia dan jenis kelamin yang sama. Di kelompok kedua, peneliti juga membandingkan 288 anak autis di Utah dengan anak-anak yang normal.


Kedua penelitian itu menghasilkan kesimpulan yang sama. Pola kenaikan berat badan pada wanita hamil dapat memicu lahirnya anak autis. Namun, Dr Deborah Bilder, asisten profesor psikiatris dari University of Utah menyebutkan, naiknya berat badan saat hamil bukan penyebab langsung autisme.


"Itu mungkin hanya mencerminkan proses yang memicu gangguan spektrum autisme, seperti tingkat hormon yang abnormal atau inflamasi," ujarnya menerangkan. Maksudnya, perubahan berat badan saat hamil memiliki penyebab yang sama dengan autisme.


Bilder melanjutkan, temuan itu penting karena memberi petunjuk apa yang meningkatkan gangguan spektrum autisme. Meski begitu, wanita hamil tak berarti harus mengurangi porsi makan mereka. Kandungan gizi selama hamil tetap dibutuhkan.


"Penelitian ini hanya menjelaskan satu lagi potongan teka-teki untuk mengeksplorasi autisme," ujarnya.