Untuk mendapatkan tubuh bertotot tak jarang seseorang menggunakan steroid. (iStockphoto)
Untuk mendapatkan tubuh bertotot tak jarang seseorang menggunakan steroid. (iStockphoto)
VIVAlife - Para pria mendambakan tubuh sempurna dengan otot besar dan stamina maksimal. Berbagai upaya dilakukan, termasuk mengonsumsi steroid melalui mulut maupun suntikan. Dengan steroid, pria lebih percaya diri dengan bentuk tubuhnya.
Steroid merupakan senyawa organik lemak sterol yang tidak terhidrolisis. Menurut Michael Triangto, dokter spesialis kesehatan dan olahraga, ini adalah cara yang sama sekali tidak disahkan dalam dunia kedokteran.
"Tubuh kita sebenarnya sudah memiliki steroid internal. Jika tetap mengonsumsi steroid eksternal, maka steroid murni di dalam tubuh akan berkurang," kata Michael kepada VIVAlife.
Steroid memberikan efek negatif dalam jangka pendek maupun panjang. Steroid sebenarnya diperbolehkan untuk pengobatan, misalnya dalam meredakan peradangan. Meski itu hanya dibolehkan dalam kondisi kritis.
Penggunaan steroid secara benar, menurut Michael, maksimal hanya tiga kali selama setahun melalui suntikan. Steroid diberikan jika sakit radang sudah tidak bisa dikompromi. Jika melebihi dosis, maka akan menimbulkan gangguan yang serius terhadap kesehatan.
"Penggunaan steroid untuk pembentukan tubuh sama sekali tidak adil. Untuk pengobatan saja ada dosisnya. Jika dilanggar, maka akan menimbulkan efek jangka pendek yaitu kerapuhan. Dampak jangka panjang lebih mengerikan, karena menganggu kesehatan tubuh secara permanen," katanya.
Berbagai penyakit bisa ditimbulkan oleh penggunaan jangka panjang steroid. Mulai dari tekanan darah tinggi, diabetes melitus, jantung, stroke, bahkan dapat mengakibatkan kematian. Efek jangka panjang ini tidak bisa diprediksi kapan akan menghampiri tubuh.
"Jadi, tidak ada dosis asteroid yang dianjurkan untuk pembentukkan tubuh karena cara ini sama sekali tidak dibenarkan. Jika ingin membentuk tubuh harus melakukan latihan yang teratur dan diimbangi nutrisi," kata Michael. (one)