Ilustrasi anak. (iStock)
VIVAlife - Pendidikan anak merupakan kewajiban bagi wanita. Bisa dibilang, seorang ibu adalah pengukir watak dan kepribadian anak. Nilai-nilai yang diajarkannya sangat berpengaruh terhadap bagaimana anak menjalani hidup kelak.
Ketika anak itu gagal, ibu yang memikul tanggung jawab. Sebenarnya, banyak faktor yang memengaruhi kegagalan seorang ibu dalam mendidik anak. Salah satunya, menurut peneliti, adalah kemiskinan. Mengutip laman CNN, ibu dengan latar belakang ekonomi rendah berdampak pada sistem pembelajaran anak.
Kesimpulan itu didapat dari studi yang dilakukan Northwestern University dan diterbitkan dalam Journal of Neuroscience. Peneliti mengumpulkan 66 remaja di Chicago, Amerika Serikat. Yang ingin dikaji: bagaimana efek biologis kemiskinan terhadap otak anak.
Ternyata, mereka yang memiliki ibu dengan latar belakang pendidikan rendah, cenderung belum lulus dari sekolah tinggi. Mereka tidak dididik secara kompleks, dan tidak memiliki tutur kata yang baik.
Peneliti kemudian merangsang otak anak dengan suara. Gelombang suara sengaja digunakan, karena itu mirip dengan gelombang otak. Itu dijadikan cerminan bagi peneliti untuk melihat komponen otak anak. Hasilnya, anak-anak dari ibu yang kurang berpendidikan, memiliki respon sistem saraf yang kurang kuat.
“Ketika otak mereka mendengar suara yang sama berulang kali, responnya cenderung bervariasi. Sedangkan anak dari ibu yang berpendidikan tinggi, respon otak selalu sama,” kata Nina Kraus, peneliti dari Northwestern University.
Pendidikan ibu yang rendah biasanya juga berkaitan dengan gizi buruk, serta kurangnya ketersediaan buku-buku di rumah. Anak jadi tidak dibiasakan membaca dan berpikir. Mereka juga cenderung kurang berolahraga. Ibu juga tidak mendorong anak melakukan pekerjaan rumah.
Penelitian itu dikuatkan studi sebelumnya. Ditemukan, anak-anak yang hidup dalam keluarga sejahtera bisa mendengar 45 juta kata saat berusia empat tahun. Sedang anak yang berasal dari keluarga berkekurangan hanya bisa mendengar 13 juta kata di usia yang sama.
Tentu saja, kemiskinan tak menjamin gagalnya pendidikan anak. Jika seorang ibu memiliki kematangan berpikir yang cukup, meski hidup di bawah garis kemiskinan ia tetap bisa menjadikan anaknya sukses. (eh)