Smart Mug karya Evita Krumina. (Kick Starter)
Smart Mug karya Evita Krumina. (Kick Starter)
VIVAlife - Saat musim hujan meruapkan udara dingin, kepulan uap dari secangkir teh hangat selalu bisa menggugah selera. Rasanya ingin segera menyentuh cangkir dan menyesap isinya. Namun, jangan terburu-buru. Panasnya suhu teh itu bisa membuat lidah terbakar.
Pengalaman tidak menyenangkan itu menginspirasi seorang perancang produk di Inggris, Evita Krumina. Ia tak ingin kecelakaan saat mengonsumsi minuman favorit terjadi lagi. Untuk itu, Evita menciptakan mug pintar yang bisa mendeteksi suhu cairan di dalamnya.
Mug pintar ciptaannya diberi nama Smart Mug. Di bagian depan, ada enam lampu indikator. Masing-masing menunjukkan angka tertentu, dalam ukuran Celcius dan Farenheit.
Terdapat gambar kantong teh dan biji kopi pada dua angka berbeda. Kantong teh di angka 65 derajat Celcius, dan biji kopi di angka 60 derajat Celcius. Jika lampu di angka itu menyala, artinya itu saat yang tepat untuk menyesap teh atau kopi Anda.
Mug pintar itu didesain minimalis namun tetap eksklusif dan elegan. Bentuknya seperti mug biasa, tanpa ada tambahan alat elektronik lainnya. Sebab, mug pintar itu menggunakan termoelektrik. Ia menarik daya dari perubahan suhu, sehingga tak perlu kabel atau batrei.
Mengutip laman Daily Mail, mug itu bisa berusia sampai 10 tahun. Ia didesain tahan air dan aman dicuci di mesin pencuci piring. Sementara ini, mug pintar itu dijual seharga £15,167 atau sekitar Rp273 ribu. (umi)