Camat dan lurah belajar membatik di Festival Laweyan (Fajar Sodiq/VIVAnewsFajar Sodiq (Solo))
Camat dan lurah belajar membatik di Festival Laweyan (Fajar Sodiq/VIVAnewsFajar Sodiq (Solo))
VIVAlife - Batik sudah populer di kalangan masyarakat. Bukan hanya golongan tua yang menggandrungi batik, tapi anak-anak muda sudah jatuh cinta pada coretan batik.
Namun, tak sedikit yang mengetahui rumitnya proses pembuatan batik. Sejatinya batik bukan hanya langsung dicap, namun melalui beberapa tahap. Seperti digambar, diberi malam alis dicanting, dikeringkan, dicelup, hingga dikeringkan kembali.
Proses-proses membatik inilah yang mencoba ditunjukkan oleh Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) Solo.
Komunitas ini memperkenalkan proses membatik kepada para camat dan lurah se-Solo. Bertajuk Camat dan Lurah Nyanting Bersama, acara ini digelar di Pendapa Kelurahan Laweyan.
Nyanting bareng ini menjadi bagian dalam Festival Laweyan untuk menyambut satu dasawarsa Kampoeng Batik Laweyan sebagai cagar budaya.
Meski para lurah dan camat ini sudah begitu akrab dengan batik, mereka merasa kesulitan dalam membatik.
Gelak tawa memenuhi ruangan saat para lurah dan camat ini saat dalam menyunting blobor. Pun dengan proses pewarnaan, para camat dan lurah sempat kesulitan dalam mewarnai motif batik yang sudah dicanting.
Seperti dialami oleh Camat Laweyan, Hendro Pramono. Meski membawahi Kampung Laweyan yang terkenal dengan batiknya, namun ia merasakan kesulitan saat menyanting.
"Ternyata proses membatik cukup sulit. Terutama pas nyanting itu, kan suhu malam harus tepat. Nanti kalau dingin, bisa mblobor malamnya, " ungkapnya kepada VIVAnews, Sabtu, 27 September 2014.
Sementara itu Gunawan Nizar, Wakil Ketua Forum Paguyuban Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL), menjelaskan acara mencanting bersama lurah dan camat ini sebagai bagian dari Festival Laweyan. Ada 5 camat dan 51 lurah yang ikut dalam acara ini.
"Nyanting bareng ini sebagai cara untuk mengakrabkan batik di kalangan lurah dan camat. Karena selama ini, banyak yang belum tahu mengenai proses membatik. Tahunya cuma batik yang sudah jadi," ujar Gunawan.
Sementara itu, perihal Festival Laweyan, ia menambahkan, acara itu sebagai peringatan satu dasawarsa Kampoeng Batik Laweyan sebagai cagar budaya. Festival Batik Laweyan ini akan berakhir hingga 2 Oktober. Acara ini sekaligus untuk memperingati Hari Batik pada 2 Oktober besok.
"Selain acara nyanting bareng, ada pameran foto Laweyan, pameran batik kuno," tuturnya.