Ilustrasi tidur terganggu. (istockphoto)
Ilustrasi tidur terganggu. (istockphoto)
VIVAlife - Kurang tidur banyak merugikan. Konsentrasi menurun, produktivitas berkurang, sel-sel otak yang rusak. Tapi tak banyak yang peduli, tidur terganggu sama bahayanya dengan kurang tidur.
Menurut penelitian Profesor Avi Sadeh dan tim di Tel Aviv University, tidur yang berkali-kali terganggu setara dengan istirahat hanya selama empat jam. Biasanya, itu banyak terjadi pada orangtua baru.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Sleep Medicine itu dilakukan selama beberapa malam. Pola tidur relawan dipantau melalui jam tangan yang bisa menunjukkan kapan mereka tertidur atau terjaga.
Malam pertama, mereka tidur delapan jam. Malam kedua, ada gangguan empat kali panggilan telepon. Ternyata, itu menyebabkan mereka bermain komputer lebih dahulu sebelum kembali tidur.
Paginya, mereka diberi tugas untuk mengukur rentang perhatian dan kondisi emosional. Hasilnya, gangguan tidur semalam saja sudah berdampak buruk pada suasana hati, kognitif, dan konsentrasi.
Sadeh menganggap efeknya akan lebih buruk dalam jangka panjang. Bisa-bisa, katanya, gangguan tidur sama seperti orang yang tidak tidur sama sekali. Ia berpendapat, waktu kurang tidur harus diganti.
“Efek itu terus menumpuk. Bayangkan bagaimana orangtua baru, yang selama berbulan-bulan terbangun tiga hingga 10 kali karena tangisan bayi. Banyak yang harus mereka bayar,” ia menjelaskan.
Mengutip laman Time, penelitian itu melibatkan berbagai kelompok yang secara usia maupun profesi rentan mengalami gangguan tidur. Kelompok itu antara lain: anak, orangtua baru, dan dokter.
“Saya berharap, ilmuwan dan dokter menaruh perhatian pada hal ini. Harus ada solusi untuk membayar mereka yang terganggu setiap malamnya, seperti orang yang berjalan dalam tidur,” ungkap Sadeh lagi. (ms)