Sensasi Terbang Bersama Elang




Parahawking, melayang di udara bersama burung elang. (Facebook/Scott Hjertas Mason)




Parahawking, melayang di udara bersama burung elang. (Facebook/Scott Hjertas Mason)



VIVAlife - Pada masanya dulu, terbang adalah hal yang nyaris mustahil. Hingga akhirnya, Wright bersaudara mencipta cikal bakal pesawat. Kini berada di ketinggian ribuan kaki sudah tak ganjil lagi.

Namun, pengalaman terbang yang ditawarkan Scott Mason benar-benar berbeda. Anda akan diajak menjelajah langit seperti olahraga paralayang, namun bersama burung elang tepat di samping.


Sembari terbang mengikuti arah angin, Anda juga dibekali potongan-potongan daging. Itulah yang membuat burung elang terus mendekat. Ia akan merendahkan kepala untuk mematuk potongan daging.


“Itu hubungan simbiosis yang sempurna,” kata Mason dalam Daily Mail.


Kegiatan itu dinamai parahawking. Mason, yang merupakan seorang pencinta burung, sengaja menggagasnya untuk meningkatkan interaksi antara manusia dan burung, terutama elang.


Sebab, populasi elang kini menipis. Dalam 15 tahun terakhir, ada tiga jenis elang yang menurun drastis, mencapai 99 persen. Artinya, 40 juta ekor burung mati. Diduga, itu akibat penggunaan diklofenak.


Obat antiinflamasi itu biasa digunakan untuk mengobati ternak yang sakit. Saat ternak itu mati dan dagingnya dimakan elang, akibatnya fatal. Burung itu bisa terkena gagal ginjal dan akhirnya ikut mati.


Padahal, kata Mason, elang berperan penting memakan bangkai, yang jika dibiarkan bisa menimbulkan penyakit bagi sekitarnya. Jika elang punah, ada peningkatan dramatis bakteri berbahaya bagi manusia.


“Selama ini, elang dianggap ganas. Dengan berinteraksi bersama mereka, diharapkan persepsi itu berubah. Parahawking adalah kontribusi unik dan inovatif untuk mencegah kepunahannya,” lanjutnya.


Dengan menjajal parahawking, Anda akan sekaligus mendanai konservasi elang. Parahawking sendiri baru tersedia di Pokhara, Nepal, dengan biaya Rp4,4 juta sudah termasuk akomodasi dua malam.


Aktivitas itu mulai digandrungi di seluruh dunia. Trip Advisor mendapuknya sebagai kegiatan nomor satu di Pokhara. (art)