Khusus Pencari Cinta: Tantangan Menikah di Pertemuan Pertama




Ilustrasi pernikahan. (iStockphoto)




Ilustrasi pernikahan. (iStockphoto)



VIVAlife - Sudah terlalu lelah melajang dan tak kunjung menemukan pria yang tepat? Mungkin program televisi ini cocok untuk Anda. First Sight akan memilihkan orang asing untuk Anda nikahi.

Itu merupakan sebuah program reality show di salah satu jaringan televisi Amerika. Para lajang boleh mengirimkan permohonan untuk menikah. Sejumlah ahli akan menyeleksi dan mencocokkannya.


Tak tanggung-tanggung, di balik “perjodohan modern” itu ada seksolog, psikolog, sosiolog, juga ahli spiritual. Masing-masing pelamar dicocokkan lewat latar belakang mereka. Lalu, dipertemukan.


Tak seperti pernikahan biasa, kedua mempelai tidak diberi kesempatan untuk berkencan lebih dulu. Mereka akan bertemu pertama kalinya saat berjalan menuju altar, di hari pernikahan mereka.


“Pernikahan itu bukan hanya di televisi. Mereka akan menikah sungguhan,” kata seksolog yang turut andil dalam program acara itu, Dr Logan Levkoff. Jika cocok, akan jadi keuntungan bagi para lajang.


Setelah pernikahan berjalan beberapa minggu, mereka akan saling mengevaluasi apakah akan terus bersama atau tidak.


Mengutip Daily Mail, dalam wawancara dengan Izebel Levkoff menjelaskan, tujuan acara itu bukan main-main. “Tujuannya mengetahui, apakah ilmu sosial dapat berperan dalam pernikahan,” katanya.


Di episode perdana, First Sight akan menikahkan enam orang. Usia berkisar antara 26 hingga 33 tahun. Salah satunya, Jamie Otis, adalah wanita 27 tahun yang sudah lama berjuang mencari jodoh.


“Di New York City, saya sangat sulit menemukan orang yang serius,” katanya mengungkapkan. Perawat dari Harlem itu akhirnya menikah dengan Jason Carrion, pria 27 tahun dari Brooklyn.


Anda tertarik?


(ren)