Ilustrasi sayur. (REUTERS/Mike Blake/Files)
Ilustrasi sayur. (REUTERS/Mike Blake/Files)
VIVAlife - Menggandrungi sayur dan buah memang kebiasaan sehat. Mereka mengandung banyak vitamin, mineral, antioksidan, dan nutrisi lain yang bermanfaat bagi tubuh.
Silakan memborong sayur dan buah dalam jumlah banyak saat akhir pekan, untuk seminggu ke depan.
Namun, sayur dan buah bisa berbalik jadi bahaya jika salah menyimpannya. Mengutip laman Idiva, berikut lima kesalahan penyimpanan sayur dan buah yang sering dilakukan.
Serakah
Buah dan sayur segar di supermarket memang sangat menggoda mata. Tapi jangan serakah. Membeli terlalu banyak sama saja menyimpan terlalu banyak. Padahal, disimpan di kulkas pun bisa busuk.
Terapkan prinsip: beli, konsumsi, ganti. Beli secukupnya, dan langsung konsumsi. Jika sudah habis, baru ganti.
Kantong plastik
Hentikan kebiasaan mengemas sayur dan buah dalam kantong plastik saat disimpan di kulkas. Meski praktis, dan murah, kantong plastik bisa menghentikan sirkulasi udara dan membuat lebih cepat busuk.
Kalau harus menggunakan wadah, pakai yang berlubang agar tetap ada udara.
Stagnan
Gunakan prinsip akuntansi, first in first out. Yang disimpan lebih lama, itu yang digunakan lebih dulu. Seringnya, penumpukan penyimpanan membuat yang lebih terjangkau lah yang dikonsumsi lebih dulu.
Akibatnya banyak buah dan sayur yang stagnan tersimpan di bagian belakang kulkas, sampai membusuk.
Wadah rusak
Jangan pernah menyimpan buah atau sayur dalam wadah yang rusak. Kotak penyimpanan yang retak atau berlubang justru membahayakan karena lebih mungkin terkontaminasi kuman atau bakteri.
Tak populer
Akan ada waktunya, wanita ingin bereksperimen dengan masakan sehingga membeli beberapa sayur atau buah yang tak populer. Jika itu terjadi, beli secukupnya. Mereka tidak akan bisa digunakan untuk masakan lain, sehingga lama tersimpan di kulkas dan membusuk. (ms)