Ilustrasi pria menyimpan ponsel di saku celana. (iStock)
Ilustrasi pria menyimpan ponsel di saku celana. (iStock)
VIVAlife - Kebiasaan menyimpan ponsel di saku celana ternyata bisa memengaruhi kualitas sperma. Hal ini diungkapkan oleh sekelompok peneliti dari University of Exeter.
Menurut tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Fiona Mathews, radiasi elektromagnetik bisa menurunkan viabilitas dan pergerakan sperma sebanyak 8 persen. Temuan ini diperoleh setelah Mathews dan koleganya menelaah 10 studi yang melibatkan 1.492 pria.
"Studi sangat menunjukkan bahwa terpapar frekuensi radio radiasi elektromagnetik dari ponsel di saku celana memengaruhi kualitas sperma secara negatif," ujar Dr. Mathews seperti dilansir laman Daily Mail.
Untuk diketahui, kualitas sperma dipengaruhi dalam tiga cara berbeda. Pertama, viabilitas atau seberapa sehat sperma. Kedua, motility atau kemampuan sperma bergerak ke arah sel telur. Ketiga, konsentrasi sel sperma dalam air mani.
Kebanyakan pria memiliki 50-85 persen sperma dengan pergerakan normal. Namun, angka ini menurun rata-rata 8 persen ketika ada paparan dari ponsel.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Environment International ini juga menemukan efek yang sama pada viabilitas sperma. Peneliti pun mengingatkan bahwa gadget yang dikombinasikan dengan radiasi dari Wi-Fi dan teknologi lainnya bisa menurunkan tingkat kesuburan secara global.
Menurut peneliti, dengan memahami lebih baik pengaruh kolektif dari faktor lingkungan terhadap kualitas sperma dan kesuburan bisa membantu meningkatkan perawatan dan dukungan bagi pasien yang mengalami masalah kesuburan.
Meski demikian, peneliti menilai bahwa dibutuhkan studi lebih lanjut untuk sampai pada penarikan kesimpulan. Hal yang sama juga diungkapkan seorang ahli kesuburan terkemuka dari University of Sheffield, Dr. Allan Pacey. Ia mengungkapkan bahwa studi yang dilakukan sampai saat ini masih sangat terbatas.
"Kita membutuhkan beberapa studi epidemiologi yang dirancang dengan baik," ujar Pacey. (adi)