"Pasukan" Panda Invasi Hong Kong




Papier-mache pandas, karya seniman Prancis Paulo Grangeon dipajang di depan Tian Tan Buddha, Hong Kong, 10 Juni 2014. (REUTERS/Bobby Yip)




Papier-mache pandas, karya seniman Prancis Paulo Grangeon dipajang di depan Tian Tan Buddha, Hong Kong, 10 Juni 2014. (REUTERS/Bobby Yip)



VIVAlife - Hong Kong dipenuhi 1.600 panda. Ya, hal tersebut dalam rangka meramaikan acara “1.600 Panda World Tour in Hong Kong: Creativity Meets Conservation” yang diselenggarakan oleh PMQ dan AllRightsReserved.


Menurut rilis yang diterima VIVAlife, 11 Juni 2014, panda-panda yang menggemaskan ini akan mulai mengunjungi landmark kota Hong Kong dan berkumpul di PMQ untuk eksibisi selama tiga pekan. Panda-panda tersebut juga dapat diadopsi online, sehingga dapat menjadi anggota keluarga penduduk Hong Kong.


Flash mob tur akan berakhir di PMQ. Sebanyak 1.600 panda akan bertemu dan menyapa para penduduk Hong Kong dari 25 Juni hingga 17 Juli di pusat kreatif dan desain ini.


Selama periode ini, PMQ juga akan menyelenggarakan “Made-in-Hong Kong” Paper Mache Panda.


Hong Kong merupakan kota pertama di dunia yang menyelenggarakan "Made-in-Hong Kong" Paper Mache Panda Workshop. Nantinya, masyarakat dapat merancang dan membuat panda kertas mereka sendiri sebagai bentuk dukungan kreativitas dan konservasi di PMQ.


“PMQ merupakan bagian dari inisiatif Conserving Central pemerintah Hong Kong; lokasi ini telah menjadi pusat kreatif lokal setelah revitalisasi. Kami berbagi filosofi yang sama dengan 1.600 panda dalam konservasi dan pembangunan ramah lingkungan," ujar Chairman PMQ, Stanley Chu.


"Made-in-Hong Kong" diharapkan mampu menginspirasi masyarakat mengenai pentingnya konservasi melalui penggunaan kertas ulang untuk mendesain dan membuat panda kertas.


“Kami di Hong Kong Tourism Board (HKTB) sangat senang menyambut 1.600 panda ini ke Hong Kong. Panda merupakan salah satu binatang terlucu di dunia dan pameran 1.600 panda ini merupakan sebuah proyek yang sangat berarti untuk meningkatkan kesadaran akan konservasi panda yang terancam punah," ujar Chairman HKTB, Dr Peter Lam. (art)