Ternate Kembali Gelar Festival Legu Gam




Konferensi pers Festival Legu Gam. (VIVAnews/Ananda Putri Laras)




Konferensi pers Festival Legu Gam. (VIVAnews/Ananda Putri Laras)



VIVAlife - Bumi Ternate menyimpan rempah yang begitu kaya, sehingga bangsa asing tergoda untuk menguasainya. Imperialisme pertama di Indonesia kemudian lahir dari sini.

Keistimewaan lain menurut permaisuri dari Sultan Ternate, Ratu Nita Budhi Santoso, Benua Amerika tidak akan pernah ditemukan jika tidak ada Ternate. Ketika Christopher Columbus hendak mencari rempah-rempah ke Ternate, ia kehilangan arah dan tak sengaja menemukan Benua Amerika.


Ibukota Maluku Utara ini akan melangsungkan Festival Legu Gam pada 13-26 April 2014. Legu Gam merupakan pesta rakyat yang diselenggarakan bertepatan dengan hari jadi Sultan Ternate. Tahun ini, Sultan Mudaffar Sjah menginjak usia 79 tahun.


Ternate juga memiliki Burung Bidadari, hewan endemik yang tidak dimiliki oleh wilayah manapun. Warna-warni cantiknya yang begitu ikonik, akan dihadirkan ke dalam balutan busana melalui acara fashion street, sebagai bagian dari Festival Legu Gam. Di Lapangan Ngara Lamo, para desainer akan unjuk gigi menyajikan karyanya.


"Ada juga pawai obor mengelilingi Kota Ternate dan jelajah Samudera Kie Raha. Pengunjung akan mengelilingi Ternate, Tidore, Jailolo dan

Bacan lewat perairan," kata Ratu Nita Budhi Santoso, saat konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis, 27 Maret 2014.


Saksikan juga Kirab Budaya, pelestarian tradisi dari suku-suku di Maluku Utara. Sejatinya, provinsi muda ini menyimbolkan miniatur Nusantara, tempat di mana 27 suku dan 60 bahasa disatukan. Pedagang

dari berbagai daerah singgah, beranak pinak dan memperkaya budaya Maluku Utara.


"Penduduk kami terbuka dengan siapapun, banyak orang Jawa yang bisa berbahasa Maluku, tapi dialek mereka tetap Jawa," ucapnya.


Di samping itu, panggung pesta rakyat juga akan dimeriahkan dengan suara Anji, beserta beberapa penyanyi lainnya. (ren)