Grand Canyon Caverns & Inn yang terletak 65 meter di bawah tanah. (gccaverns.com)
Grand Canyon Caverns & Inn yang terletak 65 meter di bawah tanah. (gccaverns.com)
VIVAlife - Saat terjadi krisis rudal di Kuba pada 1961, Presiden Amerika Serikat kala itu, John F. Kennedy, memutuskan untuk membangun tempat yang aman untuk lokasi evakuasi warga. Di dalam gua-gua bawah tanah Grand Cavern Canyon ditemukan tempat yang sempurna untuk persembunyian.
Sekitar 2.000 orang pun dievakuasi ke dalam gua. Tentara AS bahkan membawa suplai makanan ke dalam gua untuk 2.000 orang selama sebulan.
Untungnya, bom yang diprediksi akan meledak nyatanya tak pernah meledak.
Sejak saat itu, gua bawah tanah yang dijadikan tempat persembunyian pun menjadi destinasi wisata bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
Banyak pula wisatawan yang ingin merasakan bermalam di dalam gua bawah tanah. Untuk itu, pemerintah setempat membuat motel di dalam gua tersebut.
Motel ini hanya terdiri atas satu kamar suite dan terletak di 220 kaki di bawah tanah. Lokasi motel berjarak sangat dekat dengan lokasi 2.000 orang pernah diamankan di dalam gua.
Kamar suite ini dipenuhi benda-benda modern layaknya kamar hotel biasa, mulai dari televisi, kasur double bed, perpustakaan mini, dan kamar mandi. Air untuk mandi berasal dari galon-galon air yang memang dibawa turun ke gua untuk suplai.
Bermalam di satu-satunya kamar motel di gua bawah tanah memang terdengar sangat sepi dan tenang. Namun, di siang hari, banyak wisatawan yang berlalu lalang melewati kamar suite.
Tak perlu takut dengan serangga atau hewan karena kedalamannya yang ekstrem membuat gua ini begitu gelap dan tidak ditinggali hewan.
Gua-gua tersebut tercipta lebih dari 65 juta tahun yang lalu akibat erosi. Untuk menginap di kamar suite ini, Anda harus merogoh kocek sebesar US$700 atau sekitar Rp 8,1 juta per malam. (art)
Sumber: Route 66