FOTO: Di Tempat Ini, Mobil Bisa Berjalan Sendiri




Mesin mati, persneling netral, dan jalan menanjak, tapi kendaraan bisa berjalan sendiri. (VIVAlife/ Rizky Sekar Afrisia)




Mesin mati, persneling netral, dan jalan menanjak, tapi kendaraan bisa berjalan sendiri. (VIVAlife/ Rizky Sekar Afrisia)



VIVAlife - Di tengah jalan berliku yang diapit tebing-tebing cadas khas Arab, sebuah bus berhenti. Mesinnya mati. Puluhan penumpang menahan napas. Merasakan suasana yang mendadak mencekam.


Itu bukan sebuah adegan penculikan. Bukan pula aksi pembajakan. Sopir bus sengaja mematikan mesin untuk membuktikan sesuatu pada penumpang. Dengan sabar, mereka menanti.


Perlahan, “keajaiban” terjadi. Di jalan berliku yang menurun, bus itu berjalan mundur. Seluruh penumpang pun terkesima.


Mesin mati total, persneling pada posisi netral, kondisi jalan pun menanjak. Tapi bus bisa bergerak sendiri.


Decak kagum tak berhenti sampai di situ. Sopir bus memutuskan menuntaskan perjalanan. Jalan menurun nan berliku itu, bermuara pada sebuah gunung batu menakjubkan.


“Namanya Mantiqul Baidho, alias Gunung Putih,” terang Muhammad Zaky Wahyudi, seorang pembimbing tur asal Indonesia, yang memandu di dalam bus.


Yang mengagumkan, di hamparan bebatuan gunung, tercetak sebuah lafal Arab. Zaky menuturkan, lafal itu sudah di sana sejak gunung pertama kali ditemukan, sekitar tahun 2000-an.


Area di sekeliling Gunung Putih, disebut sebagai Jabal Magnet. Nama itu tak lepas dari fenomena unik yang tadi sudah dirasakan sendiri oleh puluhan penumpang bus: kendaraan yang bisa bergerak sendiri.


Menurut Zaky, fenomena itu ditemukan oleh orang Indonesia yang tinggal di Madinah. Saat hari Jumat tiba, orang itu berlibur ke sebuah tempat terpencil yang belum terjamah tangan manusia.


“Ceritanya, orang ini datang refreshing. Dia parkir mobilnya, tapi langsung hilang,” kata Zaky pada VIVAlife. Mobil baru ditemukan dalam jarak sekitar 150 meter. Persis di ujung jalan tempat bus berhenti.


Versi lain, lokasi Jabal Magnet ditemukan orang Arab asli. “Dia ajak keluarganya ke tempat sepi, niatnya piknik. Ceritanya sama. Dia taruh mobil, hilang juga,” ujar Zaky.


Kisah mengejutkan itu pun populer dari mulut ke mulut. Akhirnya, sekitar tahun 2008 tempat itu pun ramai oleh pengunjung. Hampir seluruh travel di Arab Saudi, menjadwalkan kunjungan ke sana.


Padahal, posisinya terbilang jauh. Jaraknya sekitar 100 kilometer dari pusat kota Madinah. Dari Jabal Uhud, kata Zaky, ambil arah ke kanan. Setelah melewati jalanan sepi, Gunung Putih pun berdiri gagah.


Jabal Magnet sendiri, lokasinya tidak luas. Menurut Zaky, hanya sekitar 250 meter persegi. Meski tak ada tanda fisik yang membatasinya, ia tahu betul di mana areal magnet dimulai.


“Pokoknya waktu jalan mulai turunan, itu awalnya,” kata pemuda yang sudah 4 tahun tinggal di Mekkah itu. Sebagai bukti lain, ia meminta sopir bus mematikan mesin saat mengarah pulang.


Logikanya, kendaraan dengan mesin mati tak bisa melewati kondisi jalan menanjak. Namun bus justru melaju kencang. Jika tak disertai permainan rem, kecepatan bisa mencapai 180 kilometer per jam.


Sejuta magnet


Apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu? Zaky menjelaskan, seperti namanya, lokasi itu mengandung magnet yang tinggi. Itu satu-satunya penjelasan ilmiah yang masuk akal.


“Pernah ada jamaah dari Indonesia yang bawa alat-alat untuk meneliti. Ternyata betul, kandungan magnetnya sangat tinggi,” ungkap Zaky lagi.


Selain dibuktikan melalui kendaraan, orang-orang juga pernah menguji coba keajaiban yang sama lewat aliran air. “Airnya juga bisa jalan sendiri, di kondisi tanjakan,” lanjutnya.


Jabal Magnet


Jabal Magnet


Terlarang


Meski Jabal Magnet benar-benar menjadi daya tarik wisata, lokasi itu terlarang. Sejak akhir 2012, pemerintah Arab Saudi menyiagakan petugas kepolisian di sana. Jika ada yang mencoba melintas, tak segan ditilang. Bahkan, kata Zaky, lisensi mengemudinya bisa digunting.


Sebabnya, kekhawatiran pemerintah Arab soal penyalahgunaan lokasi. “Ada orang Pakistan yang sampai salat di sana,” Zaky mencontohkan.


Lagipula, ada kecelakaan tragis yang terjadi tahun 2012 lalu. Saat seseorang mencoba mematikan mesin dan keluar dari mobilnya, ia justru tertabrak kendaraan yang melaju kencang, sampai meninggal dunia.


Namun kini, tak banyak polisi yang berjaga. Sopir-sopir bus pun mulai “nakal” menawari penumpangnya berwisata ke sana. Bahkan, mulai ada orang yang berbisnis, seperti berjualan es krim.


“Sebenarnya masih nggak boleh, tapi sudah nggak ada polisi yang jaga. Jadi mulai ramai. Dulu, jauh lebih ramai dari ini,” jelas Zaky. Jelas, pesona Gunung Putih dan keajaibannya masih menjadi magnet bagi para wisatawan. (eh)


Jabal Magnet


Jabal Magnet