Ogoh-ogoh sebagai bagian dari perayaan Nyepi. (ANTARA/Nyoman Budhiana)
Ogoh-ogoh sebagai bagian dari perayaan Nyepi. (ANTARA/Nyoman Budhiana)
VIVAlife - Maret adalah bulannya festival. Ini waktunya menjelajah satu demi satu negara untuk mencicipi keseruan masing-masing. Berbagai keceriaan penuh tradisi ada menanti para pencinta petualangan. Mengutip BBC, berikut festival yang tak boleh dilewatkan di bulan Maret.
Mardi Gras, New Orleans
Saat seluruh umat Kristen di dunia merayakan Rabu Abu, masyarakat New Orleans punya wujud perayaan sendiri. Namanya Mardi Gras. Masyarakat berparade dengan musik dan kostum, berkeliling kota. Tahun ini, Mardi Gras jatuh pada 4 Maret.
Perang Jeruk, Italia
Masih di tanggal 4 Maret, masyarakat Ivrea, Italia berhamburan ke jalanan dengan membawa jeruk. Buah itu dilempar pada kesatria bertopeng yang juga balas melempar jeruk. Konon, festival itu diilhami dari perang rakyat Ivrea melawan tiran di abad ke-12 atau ke-13.
Purim, Israel
Festival yang jatuh pada 15 Maret ini merupakan hari perayaan Yahudi. Mereka memeringati pemimpin Yahudi yang menggagalkan upaya pembunuhan di abad ke-4 Sebelum Masehi. Perayaan itu dimeriahkan dengan pesta jalanan besar-besaran, penuh makanan dan musik.
Holi, India
Dahulu, Krishna, dewa umat Hindu khawatir dewi Radha tak mau menerimanya. Sebab, ia berkulit gelap. Ia lalu diizinkan mewarnai wajah Radha sesuai keinginannya. Itulah yang dilakukan masyarakat India kini. Pada 17 Maret, mereka akan saling mewarnai wajah, diiringi musik.
Menonton ikan paus, Meksiko
Sepanjang Januari sampai April, ribuan paus berkumpul di perairan Meksiko untuk kawin dan melahirkan. Di bulan Maret, hewan sepanjang 16 meter itu akan lebih sering muncul ke permukaan. Mereka bahkan mau bersikap jinak dengan mendatangi kapal pesiar, dan mau dibelai.
Hari St Patrick, Irlandia
Jangan kaget jika mengunjungi Irlandia pada 17 Maret. Orang-orang berpakaian serba hijau kurcaci berkeliaran di tengah jalan. Lampu-lampu hijau juga menyala-nyala. Mereka merayakan Hari St Patrick. Festival itu juga dimeriahkan pesta makanan dan minuman bir.
Las Fallas, Spanyol
Dari 15 hingga 19 Maret, masyarakat Valencia, Spanyol merayakan festival Las Fallas. Di malam puncak, ada yang dinamakan “Malam Api”. Tokoh-tokoh yang dibuat dari kertas dibakar habis. Kembang api juga dinyalakan. Masyarakat pun berpakaian tradisional.
Cherry Blossom Festival, Amerika Serikat
Festival ini wujud persahabatan Jepang dan Amerika, berlangsung dari 20 Maret hingga 13 April. Festival diawali dengan kebaikan pemerintah Tokyo memberikan 3 ribu pohon ceri Washington DC pada tahun 1912. Sejak itu, tiap tahun mekarnya bunga dari pohon ceri selalu dirayakan.
Nowruz, Iran
Nowruz dikenal juga sebagai perayaan tahun baru Persia. Ada dua momen yang diperingati: hari pertama penanggalan Iran sekaligus datangnya musim semi. Seluruh orang Persia merayakannya dengan membersihkan rumah, membeli pakaian baru, mengunjungi kerabat, juga melompati api unggun sambil menyanyikan lagu tradisional.
Nyepi, Indonesia
Maret ditutup dengan Hari Raya Nyepi yang dirayakan di seluruh Bali, Indonesia. Hari ini dikenal sebagai refleksi diri. Masyarakat berdiam di rumah, tak bepergian. Petugas tradisional berpatroli memastikan tak ada warga yang beraktivitas. Sebelum Nyepi, ada beberapa ritual yang dilakukan, seperti Upacara Melasti dan parade ogoh-ogoh. (eh)