Dari Tempat Kumuh, Desa Ini Bermetamorfosis Jadi Cantik




Lanskap unik di Desa Gamcheon, Korea Selatan. (Unpastiche)




Lanskap unik di Desa Gamcheon, Korea Selatan. (Unpastiche)



VIVAlife - Rumah-rumah dan lanskap kotanya penuh warna. Seluruhnya tertata apik. Tak ada rumah yang saling menghalangi. Masing-masing menonjol dengan warna-warni yang jadi ciri khasnya.

Secara singkat, tatanan kota itu mirip mainan Lego. Rumah-rumah yang berdiri bagai balok Lego yang ditata rapi. Tak heran, Desa Gamcheon di Korea Selatan itu juga dikenal sebagai “Desa Lego”.


Selain sebagai tempat tinggal, Desa Gamcheon juga sering didatangi pelancong. Sejak 1950-an, orang-orang berkunjung ke sana untuk menikmati seni yang tersebar di setiap sudut desa.


Dekorasi-dekorasi unik dan paduan warna menarik, menjadi “santapan lezat” kamera para pelancong. Belum lagi karya para seniman yang membuat desa tampak lebih hidup dan berwarna.


Padahal, tak banyak dari mereka yang tahu sejarah Desa Gamcheon sebelum menjadi “Desa Lego”.


Mengutip laman Korea Bridge, dulunya Gamcheon merupakan desa yang kumuh. Di sepanjang jalan, para pengungsi Perang Korea bertebaran. Kemiskinan membekap mereka.


Namun usai perang, Gamcheon berbenah. Kelamaan desa itu digunakan sebagai tempat tinggal. Prinsip-prinsip Taegeukudo pun diterapkan. Itu terlihat dari kontur desa yang dibuat bertingkat.


Menurut Taegeukudo, rumah-rumah tak boleh saling menghalangi sebagai wujud berbagi. Dengan begitu, seseorang juga tidak akan menghalangi rezeki dan kesejahteraan orang lain. (eh)