Studi: Tayangan Edukasi Tak Efektif Bagi Pembelajaran Balita




Anak-anak akan lebih dapat mempelajari bahasa baru melalui interaksi dua arah. (iStock)




Anak-anak akan lebih dapat mempelajari bahasa baru melalui interaksi dua arah. (iStock)



VIVAlife - Saat balita mulai belajar bicara, para ibu kerap memberikan mereka tontonan yang mengedukasi. Acara televisi atau video yang mengedukasi itu dianggap mampu memberikan dampak baik terhadap perkembangan bicara mereka.


Namun sebuah penelitian mengungkap bahwa acara televisi atau video tidak membantu anak-anak mempelajari kata-kata yang mereka butuhkan untuk melakukan percakapan nyata.


Pada dasarnya, anak-anak memang mempelajari kata-kata yang ia dengar dari orang dewasa, tapi mempelajari kata dari sebuah layar televisi bukan hal yang mudah bagi anak. Untuk mengetahui hal itu, para peneliti dari Amerika Serikat mengajari sejumlah anak berusia 2 tahun untuk belajar bahasa melalui tiga cara yang berbeda.


Anak-anak tersebut dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama mempelajari bahasa melalui percakapan tatap muka, kelompok kedua menggunakan video chat seperti Skype, dan kelompok ketiga mempelajari bahasa dengan menonton sebuah film.


Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development Research mengungkap bahwa anak-anak lebih mampu mempelajari kata-kata baru hanya saat ia bercakap-cakap dengan seseorang secara langsung atau melalui video live chat. Mereka tidak mampu menangkap kata-kata baru melalui sebuah video rekaman atau film yang tidak responsif terhadap anak.


Profesor Kathy Hirsh-Pasek, seorang profesor dari Temple University, Philadelphia pun mengungkap bahwa anak-anak akan lebih dapat mempelajari bahasa baru melalui interaksi dua arah. Dan belajar secara langsung (berinteraksi) di dalam situasi yang nyata merupakan cara terbaik.


"Penelitian ini menyoroti pentingnya interaksi responsif untuk belajar bahasa. Interaksi memungkinkan orang dewasa dan balita untuk menanggapi satu sama lain," ujarnya seperti dilansir Daily Mail.