Konsumsi Cabai Pedas Bisa Picu "Kelainan Jiwa"




Sriracha, saus sambal paling terkenal di dunia. (Dallas News)




Sriracha, saus sambal paling terkenal di dunia. (Dallas News)



VIVAlife - Ini saus paling tenar di dunia. Sriracha, saus asal Thailand ini digandrungi pecinta kuliner di banyak negara. Rasanya unik, pedas yang begitu tajam dengan sedikit sentuhan manis.

Saus ini terbuat dari cabai segar yang digiling halus bersama bawang putih, paprika merah, cuka, garam, dan gula. Saking kondangnya, Sriracha sampai dibuatkan film dokumenter tersendiri.


Namun menurut penelitian dari American Chemical Society, mengonsumsi Sriracha memicu masokis. Yakni, kenikmatan atas rasa sakit fisik atau psikologis yang ditimbulkan diri sendiri atau orang lain.


Para ilmuwan menjelaskan komposisi kimia dari bumbu Sriracha yang dapat menyebabkan "kelainan jiwa". Seperti diketahui, saus disukai karena rasa cabai asli yang digunakan sebagai bahan utama.


Cabai itu mengandung molekul yang dikenal sebagai capsaicinoid. Sriracha memiliki dua jenis capsaicinoid, yakni capsaicin dan dihydrocapsaicin.


Ketika capsaicinoid dikonsumsi, akan memicu TRPV1 di lidah dan mulut. Rangsangan itu kemudian memberitahu otak bahwa tubuh baru saja merasakan sesuatu yang pedas.


Pada gilirannya, otak akan memberitahu tubuh bahwa rasa pedas bertugas sebagai endorfin atau penenang. Karena itulah cabai dan pedas banyak digandrungi orang.


Capsaicinoid juga membuat tubuh seakan-akan mengonsumsi opiat--obat-obatan yang memengaruhi kerja otak. Ini memberi efek kesenangan, padahal rasa pedas itu sendiri menyiksa.


Pembiasaan tubuh terhadap rangsangan pedas itu akan berkelanjutan. Jadi ketika berlebihan mengonsumsi Sriracha, Anda bisa menikmati rasa sakit lebih jauh dari yang dipikirkan. Yang seharusnya menyiksa, jadi terasa nikmat luar biasa. (eh)


Sumber: Fox News