Louis Evans saat menjadi model di atas catwalk. (facebook.com/evans91)
Louis Evans saat menjadi model di atas catwalk. (facebook.com/evans91)
VIVAlife - Terlahir dengan rambut merah, membuat Louis Evans harus merasakan hidup dengan hinaan dan cemooh dari teman-temannya. Ia bahkan dijuluki "rusty" atau usang oleh teman-temannya karena warna rambut dan wajahnya yang penuh dengan jerawat.
Kondisi rambut dan wajahnya itu menjadi hambatan di masa-masa remajanya. Ia bahkan tidak pernah memiliki teman kencan. Tapi saat menginjak usia 20 tahun, kehidupannya mulai berubah.
Rambut merah yang dulu membuatnya dihina, justru sangat populer di Eropa. Di negara-negara Eropa, model berambut merah justru dicari oleh pencari bakat dan memiliki permintaan tinggi.
"Di tempat-tempat seperti Milan, Spanyol dan Yunani, rambut merah itu dipuja dan menempatkan mereka pada tempat yang layak," ujarnya seperti dilansir Daily Mail.
Hal itu jelas berbeda dengan kehidupan masa kecilnya saat tinggal di Lowestoft, Inggris. Di kota kecil tersebut, mereka yang terlahir dengan rambut merah dianggap aneh. Mereka kerap disebut rambut jahe. Hal itu juga yang membuat Louis sering merasa takut saat harus kembali ke kota itu. Tapi diakuinya, kesuksesannya menjadi model membuatnya lebih percaya diri.
Ia mulai merawat wajah dan menghilangkan jerawat di usia 20 tahun. Wajahnya yang mulai bersih dari jerawat ternyata cukup memberikan dampak baik, Louis mulai mendapat perhatian. Terlebih saat ia mulai pindah ke London.
"Awalnya saya tidak percaya diri saat ibu mendaftarkan saya pada sebuah agensi model. Tapi ibu terus mengatakan bahwa saya harus melakukannya," lanjutnya.
Kini Louis telah menjadi seorang model terkenal dan tampil di berbagai peragaan busana seperti London Fashion Week dan Milan Fashion Week. Ia juga mulai ambil bagian dari kampanye Red Hot yang merayakan model berambut merah dan muncul di BBC's The One Show.