Film dewasa tidak lagi jadi hal yang tabu bagi wanita. (istock)
Film dewasa tidak lagi jadi hal yang tabu bagi wanita. (istock)
VIVAlife - Film atau gambar erotis biasanya identik dengan kaum pria. Wanita seringkali menjadi kelompok yang antipati terhadap jenis-jenis film atau gambar tersebut. Tapi sebuah survei membuktikan jika 96 persen wanita menikmati film khusus dewasa.
Survei yang dilakukan oleh Ann Summers, produsen lingerie dan alat bantu sex, mengungkap bahwa bagi wanita, film panas bukan hanya untuk memuaskan diri sendiri, melainkan menjadikan kehidupan seks mereka menjadi lebih baik. Ini terbukti dari 58 persen wanita yang mengatakan hal tersebut.
Dikutip dari Daily Mail, survei tersebut juga mengungkapkan film dewasa membuat wanita merasa lebih percaya diri untuk mengatakan pada pasangan apa yang mereka inginkan saat bercinta. Selain itu, sebanyak 23 persen menganggap film panas bisa membuat mereka lebih dekat dengan pasangan.
Dalam survei ini disebutkan bahwa film dewasa tidak lagi jadi hal yang tabu bagi wanita. Buktinya 55 persen wanita menonton video yang berisi konten seks, setidaknya sekali dalam sebulan. Malah 40 persen wanita mengaku menontonnya setidaknya satu minggu sekali. Yang lebih mengejutkan, 9 persen wanita mengaku menontonnya setiap hari.
Tapi, berbeda dengan pria, wanita kurang suka film yang sepanjang ceritanya hanya memperlihatkan adegan bercinta saja. Jenis film dewasa yang disukai wanita, menurut 73 persen responden adalah soft porn atau yang memiliki alur cerita. Sedangkan 47 persen wanita lebih menyukai film yang menampilkan adegan bermain peran dan ada 21 persennya menikmati video seks fetish.
Kendati demikian, laman Ask Men menuturkan bahwa kaum hawa mesti ingat bahwa adegan dalam film panas bukanlah panduan yang benar dalam bercinta. “Film ini hanya menjadi bumbu untuk meningkatkan kualitas kehidupan seks, khususnya ketika pasangan sudah mulai merasa jenuh,” ujar Vanessa Burton, pengasuh kanal dating & sex Ask Men.
“Kenyamanan dan kepuasaan pasangan menjadi terpenting, bukan mengikuti apa yang ditampilkan di film,” kata Burton. (eh)