Menyambangi "Kota Orang Mati" di Georgia




Dargavs dijuluki kota mati karena hanya terdapat pemakaman. (wikimedia.org)




Dargavs dijuluki kota mati karena hanya terdapat pemakaman. (wikimedia.org)



VIVAlife - Semakin mistis suatu tempat, justru semakin mengundang perhatian. Wisatawan dibuat penasaran, para peneliti pun berkali-kali datang untuk memecahkan pertanyaan. Banyak kawasan wisata yang dibungkus dengan daya tarik ini, tak terkecuali Desa Dargavs, Ossetia, Georgia.


Desa Dargavs memiliki puluhan kuburan batu kuno yang disematkan di lembah-lembah. Batu tersebut berbentuk seperti rumah, beratap, dan berlantai. Penduduk menguburkan orang yang meninggal di dalam bangunan tersebut, lengkap dengan pakaian dan barang-barang jenazah.


Seperti dilansir laman Atlasobscura, pemakaman batu telah berada sejak 400 tahun yang lalu. Peninggalan ini menarik perhatian secara ilmiah, sehingga banyak arkeolog yang mengkaji keberadaannya.


Selain itu, kuburan kuno menghidupi legenda lokal yang mengerikan. Pada abad ke-18, dibangun rumah-rumah karantina untuk anggota keluarga yang sakit. Mereka diberi makanan, namun tidak memadai untuk kesehatan, hingga nyawa pun terenggut.


Yang meninggal dikuburkan, yang masih bertahan hidup hanya tinggal menunggu ajal di sekitar kuburan batu. Itu lah sebabnya julukan "Kota Orang Mati" menggantung pada Desa Dargavs.


Legenda dan mitos misterius pun terus menyertai kuburan batu. Dikabarkan, jika ada pendatang yang mencoba ke tempat tersebut, tidak akan kembali dengan selamat. Namun, cerita-cerita tersebut justru menarik perhatian turis mancanegara. (art)