FOTO: Pagar Ini Jadi "Jemuran Bra" Massal di Selandia Baru




Mulanya hanya ada empat bra yang menggantung di pagar ini. (amusingplanet.com)




Mulanya hanya ada empat bra yang menggantung di pagar ini. (amusingplanet.com)



VIVAlife - Untuk memberi pengamanan, tak jarang pagar didirikan mengelilingi bangunan atau wilayah. Fungsi keduanya: menambah daya pikat. Biasanya pagar dikreasikan dengan bermacam bentuk. Jika besinya sudah lapuk termakan usia atau catnya sudah mengelupas, pagar itu dicat ulang.


Tapi tidak demikian dengan pagar kawat ini. Pagar di kanan-kiri jalan yang membelah Pegunungan Cardrona di Central Otago, Selandia Baru, ini cukup menggelitik. Di barisan kawatnya menggantung ribuan bra.


Bra itu tentu tak sama jenis. Terdiri dari berbagai warna dan ukuran, mengayun saat angin bertiup.


Pagar Bra di Selandia Baru


Awalnya, empat bra muncul saat perayaan Natal dan Tahun Baru 1999. Tidak diketahui siapa yang menggantung bra tersebut. Sampai pada akhir Februari 1999, jumlah bra mendekati angka 60. Bahkan pada 2006, para wanita terinspirasi menggantungkan bra mereka. Sebanyak 800 bra pun menutupi pagar.


Pagar Bra di Selandia Baru


Kejadian ini mengundang kontoversi. Sebagian menyukainya karena unik, namun tak sedikit yang memandang dari sisi vulgar. Pemerintah Selandia Baru menganggap bra tersebut sangat menganggu pemandangan dan memalukan. Hingga pada akhir 2006, pemerintah setempat meminta seluruh bra diangkat dari pagar.


Meskipun sudah tiada, kisah pagar bra ini tak terlupakan. Setelah bra dihapuskan, para wanita berinisiatif memecahkan rekor dunia dan menggelar penggalangan dana. Mereka menggantungkan 100.000 bra, yang kemudian dibersihkan lagi untuk menjaga keindahan Pegunungan Cardrona. (eh)