Meski hubungan dengan kekasih buruk, pria lebih memilih bertahan. (istockphoto)
Meski hubungan dengan kekasih buruk, pria lebih memilih bertahan. (istockphoto)
VIVAlife - Saat pasangan mulai sering beradu pendapat tanpa ujung, mungkin itu saatnya hubungan perlu dikaji ulang. Masih bisa dipertahankan, atau harus dihentikan.
Ternyata, lebih banyak pria tetap mau bertahan seburuk apapun hubungan itu. Mereka setengah mati meredam kejengkelan dan berupaya memenuhi keinginan pasangan wanitanya.
Sayangnya, itu bukan tentu karena mereka terlalu cinta. Mengutip laman Eharmony, pria punya alasan khusus untuk bertahan dalam hubungannya. Inilah lima alasan yang dimaksud.
Terlalu lama bersama
Hidup punya banyak konflik dan gejolak yang menyakitkan. Pasangan yang sudah lama menghabiskan waktu bersama, cenderung tak sanggup mengatasi konflik batin jika mereka putus.
Takut perubahan
Pria seringkali mempertahankan status quo, keadaan statis. Padahal, inilah penyebab hubungan semakin buruk. Alasannya sederhana, mereka hanya takut pada perubahan yang terjadi jika harus putus.
Takut kebaruan
Sebagian pria takut memulai hubungan baru. Terutama jika mereka menjalin hubungan yang terlalu lama dengan kekasih. Padahal, apapun dapat terjadi saat mengencani orang baru, termasuk mendapat hubungan yang tepat.
Takut sendirian
Memutuskan hubungan dan beristirahat kencan, membuat pria harus melewati hari dengan suasana sepi. Mereka lalu berpikir, menghabiskan waktu dengan pasangan yang buruk, lebih baik daripada tidak memiliki pasangan sama sekali.
Keuntungan tersembunyi
Pria juga bisa bertahan karena mendapat manfaat tersembunyi dari hubungannya dengan kekasih. Jika pria tak mampu mengambil langkah putus, teliti lagi kerugian yang didapat ketika mempertahankan hubungan tersebut.