Melancong ke Riau, Ungkap "Persemayaman" Budha




Candi Muara Takus. (Facebook/Muara Takus Riau.)




Candi Muara Takus. (Facebook/Muara Takus Riau.)



VIVAlife - Berkembangnya ajaran Budha ke berbagai wilayah di Indonesia meninggalkan bangunan-bangunan candi, simbol hidupnya agama tersebut. Tidak hanya di Pulau Jawa, Budha juga pernah bersemayam di Sumatera.


Candi Muara Takus merupakan peninggalannya. Terletak di Desa Muara Takus, Kabupaten Kamparmasih, Riau. Untuk menemukan candi ini, pengunjung harus menyusur hutan terpencil dan mengarungi Sungai Kampar Kanan. Jarak antara candi dan sungai sekitar 2,5 kilometer.


Jalur lain untuk bisa menyaksikan candi gagah ini melalui Pekanbaru, Ibu Kota Riau. Jarak tempuhnya lebih kurang 135 kilometer.


Ada empat bangunan candi yang akan didapati di sana. Yakni, Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan Palangka. Masih dalam areal candi, terdapat gundukan tanah yang diyakini sebagai tempat kremasi.


Jika umumnya candi-candi di Pulau Jawa berparas hitam, Candi Muara Takus tampak cerah dengan warna merah. Candi ini dibangun dengan material batu sungai, batu bata pasir, dan tanah.


Tak ada satu pun gambar relief terpampang di dindingnya. Seni bangunan digantikan dengan penempatan batu yang timbul tenggelam, membentuk komposisi yang artistik.


Belum diketahui pasti kapan candi ini berdiri. Namun, pada awal tahun 80an candi ini mengalami pemugaran. Masyarakat setempat bergotong royong membawa batu bata. Kerja keras mereka dicitrakan bangunan ini, sehingga Candi Muara Takus sangat dihormati. (art)