Romy Rafael. (VIVAnews/Muhamad Solihin)
Romy Rafael. (VIVAnews/Muhamad Solihin)
VIVAlife - Tak lama setelah mentalis Deddy Corbuzier memopulerkan program diet OCD, pakar hipnotis Romy Rafael menelurkan hypnogym. Keduanya berhubungan erat dengan kesehatan tubuh. Tujuannya nyaris sama. Membuat tubuh lebih langsing, percaya diri, sehingga menjalani kehidupan lebih baik.
Lantas, apa perbedaan dua program itu? Saat hadir sebagai bintang tamu di acara Seputar Obrolan Selebriti (SOS) ANTV, Jumat, 18 Oktober 2013, Romy menjelaskan hypnogym sama sekali tak berhubungan dengan pola makan seperti yang dilakukan OCD.
“Saya hanya memfasilitasi dan memberi program plus lain. Di ruangan hypnogym ada banyak alat, kemudian diajari program pengendalian pikiran, alam bawah sadar, dan lainnya,” ujar Romy menerangkan. Asupan gizi tetap diatur, namun bukan oleh Romy. Ada ahli nutrisi tersendiri.
Tanpa mendiskreditkan OCD, Romy menuturkan pentingnya mengikuti program hypnogym. “Efek pikiran lebih penting daripada badan, karena itu akan menciptakan bias yang lebih besar daripada badan,” ujar Romy.
Lagipula, orang di kota-kota besar kerap terserang stres. Banyak yang berolah raga bukan untuk diet, melainkan meredakan kecamuk pikiran. Untuk kasus itu, yang dibutuhkan adalah terapi pikiran dan manajemen emosi. Dalam hypnogym, kebiasaan buruk pun bisa dihilangkan.
Ia sendiri tak setuju jika orang dibiarkan makan tanpa batas. Menurutnya, kebutuhan tubuh masing-masing orang pasti berbeda. Pantangan makanan pun diperlukan, sesuai kondisi itu. “Orang dengan diabetes misalnya, pasti kebutuhan tubuhnya berbeda,” katanya. (eh)