Sama seperti halnya menopause pada wanita, andropause juga bisa terjadi lebih awal. (iStock)
Sama seperti halnya menopause pada wanita, andropause juga bisa terjadi lebih awal. (iStock)
VIVAlife- Jika bicara tentang menopause, pasti selalu tertuju pada masalah kesehatan perempuan. Masalah ini, juga biasa disebut krisis paruh baya. Dan hal ini, ternyata tidak hanya dialami wanita, kaum pria juga pasti mengalaminya.
Jika pada wanita disebut dengan menopause, masalah krisis paru baya pada pria disebut dengan istilah andropause. Masalah ini, tidak bisa dihindari.
Seperti diberitakan Times of India, Dr G.P. Sharma, Konsultan Senior Urologi dari Sri Balaji Action Medical Institute berbasis di Delhi menjelaskan andropause lebih dalam dan bagaimana mengatasi masalah menopause pada laki-laki ini.
Apa itu Andropause?
Dr G.P. Sharma mengatakan, "Andropause adalah kekurangan hormon laki-laki." Dengan kata sederhana, andropause mungkin terkait dengan penurunan produksi hormon testosteron dan dehydroepiandrosterone pada pria paruh baya.
Sama seperti halnya menopause pada wanita, andropause juga bisa terjadi lebih awal. Tak jarang pria berusia 40 tahun sudah banyak mengalami masalah ini.
"Sekitar dua sampai lima persen pria mengalaminya pada usia 40, tapi sebagian besar terjadi setelah uisa 50."
Apa saja gejala pria menopause, Sharma pun menjelaskan, gejalanya bisa dimulai dengan kehilangan konsentrasi, tingkat energi makin lemah, kelelahan, perubahan sikap, depresi, libido rendah, suasana hati berubah-ubah, terjadi kerontokan rambut, menurunkan kepadatan tulang hingga terjadi peningkatan lemak tubuh.
Meski masalah ini membuat sebagain pria merasa takut, namun jangan khawatir, andropause bisa diobati.
Sharma pun menjelaskan, ada suatu terapi yang bisa mengatasi masalah ini. "Hormone Replacement Therapy adalah salah satu cara pengobatan untuk andropause." (adi)