Fields Taylor (Mirror.co.uk)
Fields Taylor (Mirror.co.uk)
VIVAlife - Keju dikenal sebagai makanan yang penuh nutrisi dan kaya kalsium. Bagi anak-anak, olahan susu ini memegang peranan penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Namun, di Inggris, dalam satu kasus, keju membantu seorang anak bisu untuk belajar berbicara.
Fields Taylor, yang berusia tiga tahun, menderita GLUT1, gangguan genetik yang mempengaruhi kemampuannya untuk berbicara, seperti yang ditulis Mirror.
Penderita GLUT1, memiliki keterlambatan perkembangan pada otak dan intelektual. Hal ini dikarenakan otak tidak mendapatkan energi yang cukup. Akibat tubuh tidak dapat memproduksi glukosa dengan baik.
Setelah menjalani pengobatan selama satu tahun, ahli medis menempatkan Taylor pada diet ketogenik, tinggi lemak. Tujuannya adalah agar otaknya dapat berfungsi sempurna, dengan mengandalkan energi, yang berasal dari lemak, daripada glukosa.
Tapi setelah memakan satu kilo keju setiap minggunya, selama tiga bulan, Taylor berhasil mengeluarkan kata pertamanya "Mum."
Ibunya Stevie, merasa tidak percaya, jika buah hatinya sudah mulai dapat berbicara. "Kata pertamanya begitu indah," ujarnya.
Stevie dan suaminya, David, pertama kali melihat sesuatu yang salah pada putri mereka ketika Taylor berusia 15 minggu. Saat itu, Taylor kecil kerap mengalami kedutan di pergelangan tangganya.
Saat dibawa ke rumah sakit, Taylor mengalami kejang. Dalam pemeriksaan, Taylor divonis mendrita epilepsi. Namun, saat usia 12 bulan, dokter menyadari ada yang salah dalam diri Taylor. Kalau Taylor bukan menderita epilepsi, melainkan GLUT1.
Selain mengkonsumsi keju, Tailor juga harus minum 50 ml minyak khusus, empat kali sehari untuk meningkatkan asupan lemak di tubuhnya.