Di Museum Ini Terdapat Kerang Berusia 395 Juta Tahun




Bali Shell Museum menyimpan berbagai koleksi kerang dari seluruh dunia. (bali.panduanwisata.com)




Bali Shell Museum menyimpan berbagai koleksi kerang dari seluruh dunia. (bali.panduanwisata.com)



VIVAlife - Apa yang terlintas dalam benak Anda saat mendengar kata ‘pantai’? Semilir angin berpadu dengan sinar lembut matahari dan halusnya butiran pasir putih. Belum lagi jilatan air yang terkadang menyisakan kemilau kerang-kerang mungil di tepiannya.


Keindahan kerang-kerang itulah yang terangkum dalam sebuah museum unik di Kuta, Bali. Liburan Anda para pecinta pantai, rasanya belum lengkap jika belum mengunjungi Bali Shell Museum. Ini merupakan museum kerang pertama di Indonesia.


Koleksinya mencapai puluhan ribu kerang cantik dari seluruh dunia. Yang menjadi primadona, adalah sebuah fosil kerang raksasa yang usianya diperkirakan 345-395 juta tahun. Kerang orthoceras namanya. Ada pula fosil kerang terbesar di Asia, yang dinamakan crinions. Beratnya mencapai 170 kilogram, dan diameternya 1,4 meter.


Bali Shell Museum, bangunan tiga lantai itu, berdiri di atas tanah seluas 1.500 meter persegi. Bentuk bangunannya saja sudah unik. Atapnya berbentuk seperti cangkang kerang. Memasuki ruang-ruang kaca di lantai pertama, Anda akan ditakjubkan oleh keunikan kerajinan tangan dan aksesori dari kulit kerang.


Naik ke lantai kedua, Anda akan mulai ternganga melihat berbagai koleksi kerang yang selama 25 tahun terakhir diburu oleh Stephen MT, pemilik Bali Shell Museum. Berbagai bentuk dan berbagai usia. Bahkan ada yang berusia jutaan tahun.


Masih di lantai yang sama, Anda juga akan menjumpai ruang teater. Di sana, Anda bisa menonton video dokumenter soal kerang. Kehidupannya, serta perburuannya.


Jangan ragu menginjakkan kaki Anda ke lantai tiga, karena koleksi museum itu belum berakhir. Di lantai paling atas itu, Anda akan semakin terkagum oleh kerang mengilap yang bernama cypraea moneta. Konon, kerang itu pernah menjadi alat tukar di masa lampau. Tak heran keindahannya masih memukau.


Museum berbiaya Rp6 miliar itu dibangun Stephen karena kecintaannya pada kerang. Setelah menamatkan sekolah arsitekturnya, ia lantas melakukan perjalanan berburu kerang ke seluruh dunia. Bali Shell Museum merupakan museum keenam setelah Amerika, Prancis, Jepang, Thailand, dan Filipina.


Tidak salah jika museum ini menjadi salah satu tempat rekomendasi berlibur bagi Anda bukan? Nuansa pantai yang Anda impikan tak lagi terbatas pada semilir angin dan sinar matahari. Mulai kini, Anda akan terbayang melimpahnya koleksi kerang di Bali Shell Museum. (eh)


***


Ingin mendapatkan weekend sale, setengah harga untuk hotel-hotel berbintang di Indonesia? Klik GONLA.com agen travel online di bawah naungan Portal VIVA.co.id.